Alasan Sabrina Chairunnisa Mundur S3 UI, Kritik Sistem Absensi Kaku

selebgram Sabrina Chairunnisa
Selebgram Sabrina Chairunnisa (KalderaNews/IG. Sabrina Chairunnisa)
Sharing for Empowerment

Ini alasan selebgram Sabrina Chairunnisa mundur dari S3 Ilmu Komunikasi UI demi pindah ke New York dan mengkritik sistem absensi.

JAKARTA, KalderaNews.com – Kabar mengejutkan datang dari kreator konten sekaligus selebgram kenamaan, Sabrina Chairunnisa. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (7/7/2026), istri dari Deddy Corbuzier ini mengumumkan bahwa dirinya resmi mengundurkan diri dari program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia (UI).

Padahal, Sabrina diketahui telah menempuh pendidikan doktoral tersebut sejak tahun 2024 setelah sebelumnya menyelesaikan studi S1 Desain Komunikasi Visual di Universitas Trisakti dan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan.

BACA JUGA:

Lantas, apa yang membuat perempuan berusia 33 tahun ini rela melepaskan kursi mahasiswi program doktor di salah satu kampus terbaik Indonesia tersebut? Berikut adalah alasan utamanya.

1. Pindah ke New York untuk Melanjutkan Studi

Alasan utama yang mendasari keputusan besar Sabrina adalah rencana kepindahannya ke Amerika Serikat. Dalam surat permohonan pengunduran diri resmi yang ditujukan kepada pihak Universitas Indonesia, ia menuliskan bahwa dirinya akan menetap di New York untuk melanjutkan studinya di sana.

Meninggalkan program S3 di UI diakui Sabrina sebagai keputusan yang sangat berat dan sempat ia tunda-tunda.

“Sulit rasanya melepaskan sesuatu yang dulu sangat berarti. Tapi terkadang, untuk bergerak maju, kita harus memiliki keberanian untuk memilih jalan yang berbeda. Keadaan berubah, rencana berganti, begitu pula dengan manusia,” ungkap Sabrina melalui media sosialnya.

Saat ini, Sabrina sendiri sudah berada di New York dan mulai menikmati kehidupan barunya sebagai New Yorker. Lewat unggahan media sosialnya, ia kerap membagikan momen kulineran lokal seperti mencicipi bagel populer hingga memasak sendiri hidangan favoritnya di apartemen.

2. Kritik Sistem Absensi Kuliah di Indonesia

Selain faktor kepindahan geografis, Sabrina Chairunnisa juga menyoroti alasan prinsipil mengenai sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Ia secara terbuka mengkritik kebijakan universitas dalam negeri yang dinilai masih terlalu kaku, khususnya dalam menjadikan persentase kehadiran atau absensi sebagai tolok ukur utama kelulusan.

Menurut Sabrina, sistem pendidikan di Indonesia seharusnya bisa lebih fleksibel dan adaptif seperti di luar negeri, di mana kehadiran fisik di kelas tidak mutlak menjadi syarat utama untuk mengikuti ujian akhir atau menentukan kelulusan seorang mahasiswa.

“Dan semoga ke depannya, universitas-universitas di Indonesia tidak menjadikan absensi sebagai bobot utama syarat kelulusan atau syarat ujian akhir, seperti yang dilakukan di negara-negara lain,” tulisnya.

Biaya dan Ketatnya Masuk S3 Ilmu Komunikasi UI

Keputusan Sabrina mundur tentu cukup menyita perhatian publik mengingat perjuangan masuk dan biaya kuliah program Doktor Ilmu Komunikasi UI tidaklah mudah dan murah.

Sebagai informasi, berdasarkan data resmi di situs Universitas Indonesia, biaya pendidikan program S3 Ilmu Komunikasi untuk tahun akademik 2026 adalah sebagai berikut:

  • Biaya Pendaftaran: Rp 1,6 juta.
  • Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Reguler: Rp 27.500.000 per semester (untuk WNI).
  • BOP Mahasiswa Asing (WNA): Rp 60.000.000 per semester.

Selain biaya operasional tersebut, calon mahasiswa s3 harus melewati serangkaian seleksi yang ketat, mulai dari lulus tes TPA, tes kemampuan bahasa Inggris, wawancara, pembuatan motivational letter, penyusunan outline penelitian, hingga rekam jejak publikasi ilmiah.

Meski harus merelakan seluruh proses yang telah ia rintis di UI sejak 2024, Sabrina memilih fokus pada prioritas hidup barunya saat ini dan terus bergerak maju mengejar impian akademisnya di New York.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


147 views