
Kemendikdasmen percepat pemenuhan 80 persen kebutuhan kepala sekolah dan latih guru SD jelang mapel wajib bahasa Inggris.
BANDUNG, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mematangkan kesiapan ekosistem pendidikan nasional.
Hingga Agustus 2026, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mencatat sebanyak 5.704 peserta telah mengikuti Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang tersebar di berbagai daerah.
Capaian ini diumumkan dalam pembukaan Pelatihan BCKS Gelombang 2 dan Penutupan Pelatihan PKGSD-MBI di BBGTK Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
BACA JUGA:
- Kisruh 326 Kepala Sekolah Sulsel Mundur Massal, Ini Duduk Perkaranya
- 7.948 Lulus PGP Angkatan 4, Emang Angkatan Sebelumnya Sudah pada Jadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah?
- Kepala Sekolah Harus Jadi Sosok Berintegritas
Kegiatan ini disiarkan serentak secara daring ke 40 kelas di enam UPT lainnya, yaitu Aceh, Lampung, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
80 Persen Kebutuhan Kepala Sekolah Terpenuhi
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dari total 5.704 peserta BCKS yang sudah dilatih, sebanyak 3.033 peserta dibiayai oleh APBN dan 2.671 peserta didanai melalui APBD.
“Sudah hampir 80% pemenuhan kebutuhan kepala sekolah terpenuhi,” tegas Nunuk di BBGTK Jawa Barat. Ia menambahkan bahwa angka ini masih akan bertambah seiring berlangsungnya seleksi substansi BCKS di beberapa wilayah.
Pelatihan BCKS Gelombang 2 di Jawa Barat sendiri berlangsung dari 14 hingga 30 Agustus 2026, diikuti oleh 415 guru dari 10 kabupaten.
Pembelajaran memanfaatkan metode gabungan (hybrid) melalui LMS dan tatap muka bersama widyaiswara serta kepala sekolah mentor.
Khusus untuk jenjang SMK, Kemendikdasmen menggandeng mitra dunia usaha dan industri, yakni PT Len Industri (Persero) Bandung.capaian Program Ditjen GTK per Agustus 2026:
- Total Peserta BCKS: 5.704 Calon Kepala Sekolah
- Pembiayaan APBN: 3.033 Peserta
- Pembiayaan APBD: 2.671 Peserta
- Target Pemenuhan Kebutuhan: Kurang lebih 80% kebutuhan kepala sekolah nasional terpenuhi
- Pelatihan Tendik (2026): 633 peserta telah terintervensi (dari target total 1.860 peserta)
- Fokus Utama Penguatan Guru: Pengajaran Bahasa Inggris SD (persiapan Tahun Ajaran 2027/2028)
Peningkatan Kompetensi Guru SD & Pelatihan Tendik
Selain kepemimpinan sekolah, Kemendikdasmen memprioritaskan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dan guru SD.
1. Kesiapan Bahasa Inggris Wajib TA 2027/2028
Mengingat Bahasa Inggris akan diterapkan sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai tahun ajaran 2027/2028, penguatan guru non-bahasa Inggris menjadi krusial.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya membangun komunitas belajar dan budaya refleksi.
“Jangan biarkan komunikasi dan kolaborasi berakhir di sini. Bangun dan pelihara jejaring profesional yang saling menguatkan, berbagi, dan belajar. Pendidikan bermutu lahir dari kolaborasi dan semangat berbagi, bukan dari kerja sendiri,” pesan Abdul Mu’ti.
2. Penguatan Operator hingga Tenaga Perpustakaan
Guna memastikan manajemen sekolah berjalan akuntabel, Ditjen GTK melalui Direktorat KSPSTK menyasar pelatihan bagi 1.860 Tenaga Kependidikan (Tendik) sepanjang 2026 di 27 UPT GTK. Pelatihan ini dikhususkan bagi:
- Operator Sekolah
- Bendahara Sekolah
- Tenaga Laboratorium
- Pengelola Perpustakaan
Suara Guru: Siap Bawa Transformasi ke Sekolah
Program pelatihan kepemimpinan ini disambut positif oleh para peserta. Hetty Kusmiati, guru Bahasa Indonesia dari SMPN 2 Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, mengungkapkan bahwa materi pelatihan memberinya visi baru mengenai tata kelola sekolah, komunikasi publik, dan kemitraan.
“Ilmunya sangat bermanfaat untuk diterapkan sebagai pemimpin di sekolah, menjadi seorang kepala sekolah yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menuju pendidikan yang gemilang,” kata Hetty.
Senada dengan Hetty, Budiyanto, guru dari Purwakarta lainnya, menyatakan kesiapannya untuk melakukan reformasi pendidikan saat kelak diberi amanah memimpin satuan pendidikan. Harapan serupa turut disuarakan peserta dari Aceh dan Lampung yang berkomitmen menjadi pemimpin transformatif dan mampu memetakan sumber daya sekolah secara optimal.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply