Membaca Solusi dan Arah Kemendikdasmen Atasi Sekolah Sepi Murid Baru

Hari pertama masuk sekolah di SDN 2 Cepokosawit, Boyolali, Jawa Tengah pada Senin (13/7/2026) diwarnai momen tak biasa saat guru kelas 1, Andriyani Mudrikah, hanya mengajar satu orang murid baru bernama Khansa akibat minimnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut.
Hari pertama masuk sekolah di SDN 2 Cepokosawit, Boyolali, Jawa Tengah pada Senin (13/7/2026) diwarnai momen tak biasa saat guru kelas 1, Andriyani Mudrikah, hanya mengajar satu orang murid baru bernama Khansa akibat minimnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Kemendikdasmen siapkan strategi berbasis data dan kolaborasi daerah untuk atasi sekolah minim murid agar mutu tetap merata.

DENPASAR, KalderaNews.com — Praktik perpeloncoan dan intimidasi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kini resmi ditinggalkan. Pemerintah memastikan transisi menuju jenjang pendidikan baru harus berjalan secara edukatif, aman, dan menyenangkan.

Komitmen ini dipantau langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali untuk meninjau pelaksanaan MPLS dari tingkat TK hingga SMA sederajat.

Salah satu titik kunjungan utama Wamen Atip adalah Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar pada Jumat (17/7/2026). Sekolah ini dinilai sukses menghadirkan atmosfer MPLS yang humanis.

BACA JUGA:

Mengembalikan Esensi MPLS yang Edukatif
Dalam kunjungannya, Wamen Atip menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang menghargai harkat dan martabat manusia sejak hari pertama siswa masuk.

“Kita mengembalikan MPLS ke tujuan awalnya, yaitu memperkenalkan murid dengan lingkungan sekolahnya melalui cara yang ramah,” ujar Wamen Atip di Denpasar.

Langkah ini diambil Kemendikdasmen untuk memastikan ruang transisi bagi murid baru bebas dari trauma masa lalu, seperti perundungan fisik maupun psikologis.

Fokus pada Pengembangan Karakter dan Soft Skills
Di Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Wamen Atip memantau hari terakhir MPLS yang difokuskan pada pengenalan kegiatan ekstrakurikuler.

Menurutnya, aktivitas di luar kurikulum formal sangat krusial bagi generasi muda. Kegiatan ini menjadi modal penting untuk mengasah soft skills dan karakter guna menghadapi era digitalisasi.

Apresiasi senada juga datang dari Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti. Ia memuji komitmen yayasan yang seimbang dalam mendidik siswa, baik secara akademis maupun pembentukan karakter sejak usia dini.

Sambut 1.165 Siswa Baru dengan 33 Ekstrakurikuler
Pada Tahun Ajaran baru ini, Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar menerima total 1.165 siswa baru yang tersebar dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Harapan, Daniel, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan budaya sekolah yang ramah agar siswa tidak merasa canggung.

Untuk memfasilitasi minat dan bakat siswa, sekolah ini menyediakan 33 jenis ekstrakurikuler, mulai dari Pecinta Alam (Pala), Paskibra, hingga bidang seni seperti Band dan Dance.

Testimoni Siswa: Seru dan Bebas Perundungan
Suasana menyenangkan ini dirasakan langsung oleh Ida Ayu Dewi (Dayu), siswi kelas X-2 SMA Kristen Harapan Denpasar. Ia menceritakan pengalamannya yang seru selama mengikuti MPLS, termasuk kegiatan outbound.

“Seru selama MPLS, juga senang bisa aktif menjawab sampai dapat predikat the most active. Kemarin ada kegiatan outbound untuk mengenalkan fasilitas dan denah sekolah,” tutur Dayu antusias.

Dayu juga berpesan kepada calon siswa lain agar tidak perlu takut menghadapi MPLS di era sekarang. Baginya, momen ini menjadi sarana terbaik memperluas pertemanan tanpa perlu cemas akan adanya perundungan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


100 views