BEM UI Tuding Kemenhub Intimidasi Armada

Demo BEM UI (KalderaNews/Malena)
Sharing for Empowerment

BEM UI gelar aksi di Jakarta, tuding adanya intimidasi armada hingga layangkan 8 tuntutan ke pemerintah. Cek selengkapnya.

JAKARTA, KalderaNews.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026).

Aksi yang berlangsung pasca-peringatan HUT ke-81 RI ini menjadi sorotan usai diwarnai dugaan intimidasi transportasi hingga penghadangan akses menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Tudingan Intimidasi Transportasi dan Hambatan Akses Mobilisasi

Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UI, Dimas, mengungkapkan bahwa massa sempat mengalami kendala teknis terkait pembatalan sewa angkutan kota (Kopaja) yang sedianya mengangkut mahasiswa dari Kampus UI Depok menuju Jakarta.

BACA JUGA:

“Pertama, hari ini kita tahu bahwa Kopaja-kopaja ini mendapat intimidasi melalui surat, kabarnya dari Kementerian Perhubungan. Mungkin ini bisa dikonfirmasi ya, kita juga enggak tahu kepastiannya. Yang pasti, tiba-tiba di-cancel semua,” ujar Dimas di lokasi aksi.

Akibat pembatalan mendadak tersebut, massa beralih menggunakan angkot. Namun, setibanya di sekitar Grha BNI, massa diminta turun dan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Langkah mereka kemudian terhenti di depan Gedung UOB akibat barikade yang dipasang oleh aparat kepolisian.

8 Tuntutan Utama BEM UI dalam Aksi “Merebut Kemerdekaan”

Koordinator Lapangan Aksi, Hafidz Haernanda, menyebutkan sekitar 500 hingga 700 mahasiswa UI hadir menyampaikan aspirasi. Dalam demonstasi ini, mahasiswa merumuskan 8 tuntutan utama, antara lain:

  1. Hentikan Penjajahan Negara atas Rakyat: Mengkritik kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
  2. Pengendalian Harga Pokok: Mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
  3. Tolak Pemusatan Kekuasaan: Meminta penghentian pemusatan kekuasaan, optimalisasi Transfer Keuangan Daerah (TKD), dan pemberian otonomi daerah yang luas.
  4. Evaluasi Sektor Keamanan: Menolak revisi UU TNI dan Polri serta menuntut evaluasi terhadap peran aparatur sipil dan militer di ruang sipil.
  5. Penolakan Batalyon Baru: Menolak rencana pembangunan batalyon di daerah yang dinilai bukan kebutuhan mendasar warga.
  6. Fokus pada Kesejahteraan Dasar: Mendorong pemerintah memprioritaskan pemenuhan gizi anak, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan mental.
  7. Status Bencana Nasional NTT & Flores: Menuntut penetapan status Bencana Nasional untuk wilayah NTT dan Flores atas krisis yang terjadi.
  8. Evaluasi Kinerja ASN: Meminta reformasi dan evaluasi total terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penjelasan Polda Metro Jaya Soal Larangan Aksi di Bundaran HI

Merespons terhadangnya massa di Jalan Sudirman, Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, menyayangkan pembatasan ruang gerak tersebut meski menegaskan bahwa pesan utama unjuk rasa telah tersampaikan ke publik.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi teknis terkait alasan tidak mengizinkan massa menggelar aksi di kawasan Bundaran HI. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat gravitasi ekonomi dan lalu lintas ibu kota.

“Bundaran HI itu merupakan center of gravity Indonesia. Pusat perbelanjaan, pusat perekonomian, moda transportasi, serta konsulat negara asing ada di sana. Jika terjadi kemacetan parah, dampaknya akan melumpuhkan jalur arteri hingga Slipi dan Gatot Subroto,” jelas Budi Hermanto.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai titik lokasi penyampaian aspirasi, aksi demonstrasi tersebut berakhir secara kondusif dan massa membubarkan diri secara tertib.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


89 views