BMKG Rilis Peta Awan Cumulonimbus Hingga 24 Agustus 2026, Cek Zonanya!

Apa itu Cell Awan Kumulonimbus? Cumulonimbus
Cell Awan Kumulonimbus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

BMKG rilis prakiraan awan Cumulonimbus 18–24 Agustus 2026. Samudra Hindia Barat Nias masuk zona FRQ. Simak daftar lengkapnya!

JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkankan pembaruan data prakiraan sebaran potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 18–24 Agustus 2026.

Berdasarkan analisis pemodelan cuaca numerik BMKG, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias menjadi satu-satunya wilayah yang masuk dalam kategori Frequent (FRQ). Kategori FRQ ini menandakan bahwa cakupan spasial maksimum pertumbuhan awan konvektif tersebut diperkirakan melebihi 75 persen.

BACA JUGA:

Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan yang tumbuh tinggi menjulang dan berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kilat atau petir, hingga angin kencang mendadak—terutama bagi aktivitas pelayaran dan perikanan.

Memahami Kategori Potensi Awan Cb: ISOL, OCNL, dan FRQ

BMKG membagi klasifikasi potensi cakupan spasial awan Cumulonimbus ke dalam tiga tingkatan utama:

KategoriNama IstilahPersentase Cakupan Spasial Maksimum
ISOLIsolatedKurang dari 50% (< 50%)
OCNLOccasionalAntara 50% hingga 75% (50–75%)
FRQFrequentLebih dari 75% (> 75%)

BMKG menegaskan bahwa kategori FRQ maupun OCNL mengacu pada persentase cakupan spasial maksimum area pertumbuhan awan, dan bukan diartikan secara langsung sebagai tingkat bahaya atau kepastian probabilitas terjadinya hujan.

Daftar Wilayah Masuk Kategori Occasional (OCNL)

Selain zona FRQ di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, BMKG mencatat sejumlah wilayah daratan dan perairan di Indonesia bagian barat serta timur berada pada kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan spasial 50–75 persen.

1. Wilayah Daratan

  • Sumatera: Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara
  • Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
  • Papua: Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah

2. Wilayah Perairan

  • Perairan Barat & Utara:
    • Laut Natuna Utara
    • Selat Malaka bagian utara
    • Samudra Hindia barat Aceh
    • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
    • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Perairan Tengah & Timur:
    • Laut Sulawesi bagian barat
    • Samudra Pasifik utara Maluku
    • Samudra Pasifik utara Papua
    • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

Imbauan BMKG untuk Pelayaran dan Masyarakat

Produk prakiraan awan Cumulonimbus ini diproduksi menggunakan model cuaca numerik yang utamanya dimanfaatkan untuk navigasi penerbangan dan pelayaran selama tujuh hari ke depan.

BMKG mengimbau para nelayan, pelaku transportasi laut, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah zona FRQ dan OCNL untuk:

  • Selalu memantau pembaharuan informasi cuaca marin secara berkala sebelum berlayar.
  • Mewaspadai perubahan kondisi cuaca dan gelombang secara mendadak di sekitar area pertumbuhan awan Cumulonimbus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


182 views