Viral! Salah Data Desil Buat Mahasiswi Unesa Kesulitan Dapat Beasiswa

Mahasiswi Unesa Terancam Putus Kuliah karena Data Desil Tak Sesuai
Mahasiswi Unesa Terancam Putus Kuliah karena Data Desil Tak Sesuai
Sharing for Empowerment

Salah data desil membuat mahasiswi Unesa Diandra Fristi kesulitan mendaftar beasiswa hingga terancam putus kuliah. Begini kisahnya.

SURABAYA, KalderaNews.com-Kasus mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Diandra Fristi, yang terancam putus kuliah akibat ketidaksesuaian data desil ekonomi menjadi sorotan di media sosial.

Persoalan tersebut bahkan mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang turun langsung untuk membantu Diandra menyelesaikan masalah terkait status desilnya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @cakj1 pada Kamis, 20 Agustus 2026, Diandra menceritakan kepada Armuji bahwa dirinya baru mengetahui adanya ketidaksesuaian status desil ketika hendak mengajukan beasiswa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

BACA JUGA:

Kesalahan Desil Buat Mahasiswi Unesa Kesulitan Berkuliah

Saat melakukan pendaftaran, pengajuan Diandra tidak dapat diproses karena sistem menyatakan keluarganya bukan termasuk kategori keluarga miskin.

Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan keadaan ekonomi keluarganya. Ayah Diandra diketahui bekerja sebagai pengantar galon, sedangkan sang ibu tidak bekerja.

Persoalan semakin rumit karena terdapat perbedaan data antara sistem Dinas Sosial dan laman pendaftaran beasiswa.

Dalam data Dinas Sosial, Diandra tercatat berada pada desil 2. Sementara itu, ketika mengakses laman beasiswa, statusnya justru tercatat sebagai desil 7.

Perbedaan data tersebut membuat Diandra kesulitan untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima beasiswa. Ia pun mengungkapkan keluhannya kepada Armuji.

“Saya nggak bisa daftar beasiswa, saya nggak tahu lagi harus gimana pak,” kata Diandra kepada Armuji.

Tak hanya tercatat sebagai penerima dengan status desil 7, data yang muncul di laman beasiswa juga menunjukkan Diandra memiliki tiga mobil. Padahal, menurut pengakuannya, keluarganya bahkan tidak mempunyai sepeda motor.

Diandra mengaku kaget ketika mengetahui dirinya masuk dalam kategori desil 7. Ia pun khawatir status tersebut akan berdampak pada kesempatan dirinya memperoleh bantuan pendidikan.

“Karena kan saya di Unesa ini jalur mandiri. Awal masuk aja biayanya Rp 35 juta, itu orang tua saya jual motor, jual HP buat supaya saya bisa kuliah,” ungkap Diandra.

Beasiswa tersebut sangat dibutuhkan Diandra untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan yang selama ini ditanggung oleh kedua orangtuanya.

“Tapi kok kemarin saya kaget digolongkannya desil 7. Rasanya kayak kecewa, masa ya harus putus kuliah ditengah-tengah padahl orang tua saya sudah memperjuangkan segininya,” imbuhnya dengan suara bergetar.

Tuai Sorotan Warganet

Persoalan yang dialami Diandra kemudian menjadi viral dan mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah netizen menyayangkan adanya ketidaksesuaian data yang membuat mahasiswa tersebut kesulitan memperoleh akses beasiswa.

Warganet menduga persoalan tersebut dapat terjadi akibat kesalahan input data maupun proses pemutakhiran data yang belum dilakukan secara optimal.

“Semoga BPS kedepannya lebih tepat dan akurat dalam menentukan desil masyarakat,” tulis akun @alla*****.

Komentar lain datang dari akun @suroboyo.pr***** yang mempertanyakan proses pendataan masyarakat sebelum penetapan status desil.

“Manusia desil iki Pak, sing sakjane wajib nekani warga. Apakah bener iki wajib desil 6-10 sing seharuse sek desil 2. Gak ujug ujug di unggahno ae. Gak delok wong e sek,” sahut akun tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


37 views