
JAKARTA, KalderaNews.com – Ternyata inilah penyebab nilai rerata Matematika TKA SMA 2025 cuma 36,1! Soal-soal logika tak bisa dipecahkan oleh siswa!
Hasil nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA sederajat 2025 diumumkan Kemendikdasmen.
Hasilnya pahit! Nilai rata-rata nasional untuk mata pelajaran Matematika hanya menyentuh angka 36,1 dari skala 100.
BACA JUGA:
- Anjlok Parah Banget! Skor TKA Bahasa Inggris Siswa Hanya 24,93
- Jeblok Blok! Skor Matematika TKA SMA 2025 Sangat Rendah, Mendikdasmen Ungkap Penyebab
- Skandal TKA 2025, Tak Hanya Siswa, Pengawas Ujian Terciduk Terlibat Pembocoran Soal! Ini Data Lengkapnya!
Angka ini memicu alarm tanda bahaya bagi kualitas literasi numerasi siswa di Tanah Air.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah soalnya yang terlalu sulit, atau kemampuan analisis siswa yang memang merosot tajam?
Fakta mengejutkan di Matematika
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, berikut adalah rincian capaian yang bikin geleng-geleng kepala:
- Matematika wajib nilai rerata nasional hanya 36,1.
- Bahasa Inggris wajib jauh lebih memprihatinkan, yakni hanya 24,9.
- Meski nilainya rendah, pemerintah menegaskan bahwa hasil ini bukan penentu kelulusan atau peringkat, melainkan bahan evaluasi untuk satuan pendidikan.
Kenapa bisa jeblok?
Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, membeberkan alasan di balik fenomena ini.
Ternyata, masalah utama bukan terletak pada tingkat kesulitan materi, melainkan pada kemampuan logika.
- Banyak siswa terjebak karena soal tidak lagi menanyakan rumus secara langsung, melainkan melalui narasi yang memiliki “syarat dan ketentuan”.
- Siswa juga diketahui kesulitan menghubungkan data yang ada di tabel dengan poin-poin naratif. Misalnya, dalam soal bilangan cacah yang dimodifikasi, siswa sering melewatkan detail kecil yang sebenarnya menjadi kunci jawaban.
- Banyak siswa yang hanya membaca syarat rata-rata tanpa memperhatikan variasi data harian atau batasan lain dalam soal. Akibatnya, jawaban yang dihasilkan meleset jauh.
Kemendikdasmen menyatakan bahwa data ini akan menjadi landasan untuk penguatan pendampingan di sekolah-sekolah.
Pemerintah berencana mengeluarkan analisis persentase jawaban benar per indikator kompetensi agar sekolah tahu persis di mana letak kelemahan siswa mereka.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply