Viral! Alumni LPDP Irawati Puteri Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Organisasi

Irawati Putri, Alumni Beasiswa LPDP yang Disorot karena Polemiknya
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com- Nama Irawati Puteri tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Alumni penerima beasiswa LPDP ini disorot setelah muncul berbagai dugaan kasus.

Mulai dari kewajiban pengabdian pasca studi hingga isu lama yang kembali mencuat. Sorotan ini bermula dari ramainya kasus Dwi Sasetyaningtyas yang memicu perdebatan publik.

Dampaknya, warganet mulai menelusuri rekam jejak sejumlah penerima LPDP lainnya, termasuk Irawati Puteri. Di media sosial X, Irawati disebut belum kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi Master of Laws di Stanford Law School pada tahun 2024.

Hal ini kemudian memicu berbagai spekulasi dan kritik dari warganet. Tak hanya itu, dugaan lama terkait organisasi kampus juga kembali diangkat.

BACA JUGA:

Terseret berbagai kasus

Salah satu pengguna X, @RanggaWidigda, mengungkap bahwa Irawati diduga pernah terlibat dalam penyalahgunaan dana Indonesian Law Debating Society (ILDS) Universitas Indonesia pada 2017, saat menjabat sebagai ketua.

“Di tahun 2017, Irawati sebagai ketua ILDS melakukan penipuan ke anak-anak ILDS yang ikut lomba debat mewakili FHUI. Mau ga mau, dia terpaksa diberhentikan,” tulisnya.

Ia juga menyinggung soal pengembalian dana yang disebut belum diselesaikan. Namun, unggahan tersebut kini telah dihapus setelah adanya komunikasi personal antara kedua pihak.

“Berhubung yang bersangkutan udah menghubungi gw secara personal dan menyatakan itikad baiknya ngesettle masalah ini. post ini gw take down dulu”

Di tengah ramainya perbincangan tersebut, beredar pula sebuah siaran pers yang menyoroti sejumlah dugaan serius terkait Irawati Puteri.

Dalam siaran pers tertanggal 14 Maret 2026, disebutkan bahwa terdapat pihak-pihak yang mengaku dirugikan dan menyampaikan pernyataan terbuka mengenai dugaan pelanggaran yang melibatkan Irawati.

Pernyataan tersebut mencakup dugaan pemalsuan dokumen dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, termasuk dokumen Dean’s Certification Form yang digunakan dalam proses pendaftaran ke Stanford Law School.

Selain itu, siaran pers juga menyinggung dugaan pernyataan tidak benar kepada pihak kampus luar negeri, hingga isu terkait aktivitas profesional di luar negeri.

Dokumen tersebut juga menyebut adanya dugaan penggelapan uang yang dikaitkan dengan pihak yang merasa dirugikan.

Belum ada pernyataan resmi dari Irawati Puteri

Siaran pers itu muncul setelah berbagai aduan, dokumen, serta informasi yang beredar di publik dalam beberapa pekan terakhir memicu pertanyaan mengenai integritas yang bersangkutan, baik sejak masa pendidikan maupun dalam aktivitas profesionalnya.

Pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga menyangkut kredibilitas institusi pendidikan serta akuntabilitas penggunaan dana publik melalui program beasiswa negara.

Hingga kini, isu yang beredar masih menjadi perbincangan luas di media sosial. Belum ada pernyataan resmi yang menyeluruh dari pihak terkait mengenai seluruh dugaan yang beredar tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*