
Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, membagikan kunci sukses investasi saham: pengetahuan, kesabaran, & disiplin.
The Path to Financial Freedom, EduFulus – Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuka akses yang sangat luas bagi masyarakat untuk masuk ke dunia pasar modal.
Namun, kemudahan akses ini bak dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan peluang keuntungan, di sisi lain menyimpan risiko besar jika tidak diiringi dengan literasi yang matang.
Pesan kuat inilah yang ditekankan oleh Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Serfi Kambey, saat membuka kegiatan Edukasi Pasar Modal bertema “Gerakan Masyarakat Investasi Saham: Investasi Bijak di Era Volatilitas” pada Rabu (10/6/2026).
SIMAK JUGA: IHSG Anjlok Dolar Tembus Rp18.000, Menkeu Purbaya Pede Tak Perlu Intervensi
Acara yang diinisiasi oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan ini berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dihadiri oleh jajaran pemda, ASN, pelaku jasa keuangan, hingga mahasiswa.
3 Pilar Utama Investasi Saham Jangka Panjang
Dalam sambutannya, Serfi Kambey mengingatkan bahwa pasar keuangan global saat ini sangat dinamis. Sentimen pasar, kebijakan moneter, dan isu geopolitik sering kali memicu volatilitas tinggi.
Menghadapi situasi ini, Serfi menegaskan bahwa investasi saham bukanlah ajang spekulasi untuk kaya mendadak. Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap investor:
Pengetahuan (Knowledge): Investor wajib memiliki kemampuan analisis berbasis data dan berpikir rasional sebelum mengambil keputusan, bukan sekadar ikut-ikutan tren (FOMO).
Kesabaran (Patience): Pasar saham berfluktuasi dalam jangka pendek. Kesabaran diperlukan untuk melihat pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.
Disiplin (Discipline): Konsisten dalam mengelola keuangan dan tetap berpegang pada rencana investasi awal, meskipun pasar sedang diguncang volatilitas.
“Investasi saham bukan sekadar mencari keuntungan jangka pendek, tetapi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan disiplin,” ujar Serfi Kambey.
Urgensi Literasi Keuangan: Tameng Terhadap Investasi Bodong
Sejalan dengan Wakil Bupati, Dewi Nur Qomariah selaku perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah, menyoroti pentingnya memastikan legalitas instrumen investasi.
Di tengah maraknya penipuan berkedok investasi (investasi bodong), literasi keuangan menjadi satu-satunya benteng pertahanan masyarakat.
Dewi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal. Pastikan perusahaan atau platform investasi yang digunakan legal dan terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Strategi Finansial: Menabung vs Berinvestasi
Dalam sesi pemaparannya, Dewi juga membandingkan strategi keuangan konvensional dengan investasi jangka panjang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi masyarakat.
Menurutnya, menabung secara konvensional pada dasarnya lebih cocok digunakan untuk menyimpan dana darurat atau memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Namun, jika dilihat dari sisi efektivitas, metode menabung ini dinilai kurang efektif dalam melawan gerusan inflasi dari tahun ke tahun.
Fondasi awal dalam pengelolaan tabungan konvensional ini umumnya berfokus pada kemampuan individu dalam mengatur dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Sebaliknya, investasi jangka panjang hadir sebagai solusi yang jauh lebih efektif untuk menjaga nilai uang dari tekanan inflasi yang tidak terhindarkan.
Melalui pengelolaan investasi yang tepat, masyarakat dapat lebih mudah mencapai tujuan keuangan yang besar di masa depan, seperti kepemilikan rumah, biaya pendidikan anak, hingga persiapan dana pensiun yang mapan.
Fondasi utama dari strategi ini bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan komitmen untuk membangun portofolio keuangan yang sehat, legal, dan terdiversifikasi dengan baik.
Pertumbuhan Investor di Banggai Kepulauan Tumbuh 30%
Sinergi antara Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan dan BEI dalam menggalakkan edukasi serta pembentukan galeri investasi terbukti membuahkan hasil positif.
Berdasarkan data hingga April 2026, jumlah investor di Banggai Kepulauan mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga lebih dari 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Angka ini menjadi indikator kuat bahwa kesadaran finansial masyarakat di Sulawesi Tengah terus bergerak ke arah yang lebih sehat dan matang.
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan dukungan penuhnya terhadap program inklusi keuangan seperti ini.
Diharapkan, generasi muda, ASN, dan pelaku usaha di Banggai Kepulauan dapat terus belajar menjadi investor yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan masa depan yang mandiri secara finansial.
SIMAK JUGA: DCA vs Lump Sum: Mana Lebih Cocok untuk Investor Pemula?
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply