Viral Sosok Media Wahyudi Askar Dosen UGM, Netizen: Cerdas!

Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar
Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar (KalderaNews/Dok. UGM)
Sharing for Empowerment

Sosok Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar viral di medsos. Dosen UGM asal Minang ini dipuji netizen karena kritis & berbasis data.

JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial belakangan ini diramaikan oleh perbincangan hangat warganet mengenai sosok akademisi muda yang dinilai cerdas, kritis, dan selalu berbicara berbasis data saat membedah kebijakan publik.

Sosok tersebut adalah Media Wahyudi Askar, Ph.D., yang menjabat sebagai Direktur Kebijakan Publik di lembaga riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) sekaligus dosen di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM).

Nama dan potongan video pemaparannya menjadi viral setelah diunggah oleh berbagai akun di media sosial, salah satunya oleh akun @kangwisesa71.

BACA JUGA:

Dalam unggahan tersebut, kapasitas intelektual lulusan Inggris ini mendapat pujian tinggi karena dinilai memiliki pembawaan yang sangat matang.

“Well spoken, data bagus lengkap, penjelasan meyakinkan, ngomongnya dengan penuh percaya diri tajam, kritis dan selalu based on data,” tulis akun @kangwisesa71 dalam unggahannya yang viral.

Rekam Jejak Akademik Berkilau di UGM dan The University of Manchester

Kehebatan Mas Media, sapaan akrabnya, dalam berargumen ternyata selaras dengan latar belakang pendidikannya yang mentereng. Berdasarkan data akademisnya, ia merupakan lulusan terbaik (with distinction) sejak menempuh pendidikan sarjana hingga magister.

Berikut adalah riwayat pendidikan lengkap Media Wahyudi Askar:

  • Bachelor of Arts (B.A.) – Public Policy and Management (Predikat Distinction), Universitas Gadjah Mada (2012).
  • Master of Science (M.Sc.) – International Development: Public Policy and Management (Predikat Distinction), The University of Manchester, Inggris (2015).
  • Doctor of Philosophy (Ph.D.) – Development Policy and Management, The University of Manchester, Inggris (2019).

Sebagai pakar kebijakan publik, Media memiliki fokus riset (research interest) dan keahlian mendalam di bidang Poverty and Inequality (Kemiskinan dan Ketimpangan), Fiscal Justice and Energy Justice (Keadilan Fiskal dan Keadilan Energi), serta penguatan Micro, Small, Medium Enterprises (UMKM).

Ia juga menguasai Econometrics for Policy Evaluation, sebuah metode kuantitatif tingkat lanjut yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah secara ilmiah dan akurat.

Disebut Netizen sebagai Penerus Generasi Intelektual Minangkabau

Seiring dengan viralnya video tersebut, asal-usul Media Wahyudi Askar pun mulai terungkap ke publik. Akun @ismailkarim_lee membeberkan bahwa ia merupakan putra daerah asal Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Daerah asal Media dikenal luas sebagai salah satu “jantung” kebudayaan Minangkabau yang secara historis melahirkan banyak pemikir besar bangsa. Hal ini membuat sebagian warganet menyamakannya dengan tokoh-tokoh besar terdahulu.

“Kini telah ‘mekar’ generasi intelektual Minangkabau penerus Bung Hatta, Tan Malaka, Agus Salim, Mohammad Yamin, Sutan Syahrir, Sutan Aswar, Buya Hamka,” tulis akun @ismailkarim_lee dengan penuh rasa bangga.

Sorotan Warganet: Dari Alumni LPDP hingga Sentimen Lembaga CELIOS

Selain mengagumi kecerdasannya, warganet di kolom komentar Threads juga menyoroti statusnya sebagai alumni beasiswa negara yang dinilai membalas budi lewat kontribusi pemikiran. Namun, tidak sedikit pula yang melempar kritik skeptis terhadap latar belakang lembaga tempatnya bernaung.

Berikut beberapa poin menarik yang disorot oleh warganet dalam unggahan tersebut:

  • Bakti Alumni LPDP: Akun @zaimisyraqizh memberikan apresiasi terhadap dedikasinya yang kembali ke tanah air, “Izin tambahan yang saya salut dari beliau.. Alumni LPDP dan beliau membaktikan ilmunya untuk memikirkan negara..”
  • Harapan untuk Kabinet Pemerintah: Gaya komunikasinya yang terstruktur, tepat, dan cermat membuat netizen berharap sosok seperti dirinya dapat masuk ke jajaran pemerintahan. “Saya gak akan berisik kalau orang-orang seperti ini yang ada di pemerintahan baik jajaran menteri & DPR,” tulis akun @dieta.wiady.
  • Kritik Terhadap Lembaga CELIOS: Di sisi lain, ada warganet yang bersikap skeptis dan mengaitkan lembaganya dengan isu luar negeri. “Tapi dia petinggi CELIOS, anteknya Soros 🤣,” sentil akun @aisyahh_muhammadd, merujuk pada spekulasi pendanaan asing pada lembaga riset.

Menuai Pro dan Kontra Terkait Kritik Kebijakan

Gaya penyampaian Media Wahyudi Askar yang lugas dan tajam langsung memancing ribuan reaksi dari netizen. Banyak warganet yang mengagumi pembawaan sang ekonom dan membandingkannya dengan figur publik lain yang dinilai kurang berbobot saat berbicara di depan umum.

“Makanya kan kelihatan kalau orang kuliah beneran. Gestur dan cara ngomongnya,” komentar akun @blue_beard01.

“Muda berbakat ya begini ini, mantap,” timpal akun @berkatkaryakreatif. Bahkan, saking terkesannya dengan pemaparan kritis tersebut, ada netizen yang merasa ia sudah sangat layak masuk ke jajaran pemerintahan. “Cocok jadi WAPRES,” tulis @akuncadangan7375.

Di sisi lain, kritik tajam yang dilayangkan Media terhadap program-program besar pemerintah—termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)—juga memicu diskusi dua arah yang hangat di kolom komentar.

Sebagian netizen mengingatkan agar evaluasi kebijakan tetap mengedepankan pemenuhan hak masyarakat kurang mampu sebagaimana amanat UUD 1945. Sementara sebagian lainnya sepakat bahwa alokasi anggaran raksasa dari negara memang harus dikawal ketat secara fiskal agar tepat sasaran dan tidak rawan disalahgunakan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*