Viral di Threads Dugaan Pelecehan Oknum Dosen UMY, Kampus Buka Suara

Threads, media sosial dari Meta (Kalderanews.com/Ist)
Sharing for Empowerment

Dugaan pelecehan dosen Fakultas Farmasi UMY viral usai unggahan Threads berisi tangkapan layar chat. Kampus turut buka suara.

YOGYAKARTA, KalderaNews.com– Dugaan pelecehan yang menyeret seorang dosen bergelar doktor di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) viral di media sosial.

Kabar itu bermula dari unggahan Threads yang dibagikan akun @silentscrm pada 29 Juni 2026 dengan narasi, “Bajingan. Kau dan para enablermu harus membayar semua penderitaanku selama ini.”

Dalam unggahan itu turut disertakan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga memperlihatkan komunikasi bernada tidak pantas antara seorang dosen dan mahasiswi bimbingannya.

BACA JUGA:

UMY akan tangani kasus terduga pelecehan

Postingan tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan warganet. Sejumlah pengguna media sosial bahkan mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari terduga pelaku sehingga memicu gelombang speak up di kolom komentar.

Pengunggah menyebut dugaan tindakan tidak pantas itu telah dilaporkan kepada pihak kampus. Ia juga mengaku menyertakan bukti berupa tangkapan layar percakapan sebagai bagian dari laporannya.

Terduga oknum dosen Fakultas Farmasi tersebut diduga mengirimkan pesan pribadi kepada mahasiswi bimbingannya dengan pembahasan yang dinilai tidak semestinya.

Kasus ini kemudian mencuat setelah salah satu mahasiswi memutuskan untuk angkat bicara melalui media sosial.

Menanggapi ramainya unggahan tersebut, akun resmi UMY turut memberikan respons melalui kolom komentar Threads.

“Terima kasih telah menyampaikan perhatian dan masukan ini.

Sebagai kampus Islami tentu kami memahami bahwa isu seperti ini menimbulkan keprihatinan bagi banyak pihak, termasuk di internal kami.

Informasi yang disampaikan telah kami teruskan kepada pihak yang berwenang di lingkungan UMY untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

UMY berkomitmen mewujudkan lingkungan kampus yang aman, serta memastikan setiap laporan ditangani dengan serius sesuai ketentuan yang berlaku.” tulis akun @umyogya.

Warganet turut banjiri komentar postingan korban

Unggahan tersebut juga dibanjiri komentar warganet. Salah satu akun, @ichamaliaaa, mengaku pernah menjadi korban dan menyebut pengalaman tersebut meninggalkan trauma.

“SAY IT LOUDER, GIRLLL! syg bgt kamu ga nemu aku wkt proses pencarian bukti pdhl aku jg korban yg pasti akan scr terang2an menceritakan semuanya… And yes, it really traumatized. Semoga cepet pulih ya cantik!”

Komentar lain dari akun @prim.rosee___ juga mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Meski enggan membeberkan secara rinci, ia menyebut pola yang dialaminya mirip dengan yang diungkap dalam unggahan viral tersebut.

“Aku ga mau spill detail.. tapi intinya polanya sama dengan di thread ini. Modusnya bimbingan ngajak ketemu langsung, touching (paha) modus mau nenangin biar ga cemas sama beratnya tugas2 yg akan datang. Chat personal diluar pembahasan perkuliahan (disaat jam malam) & flirting tipis2 🙃”

Sementara itu, sejumlah komentar lain mempertanyakan identitas terduga dosen hingga mendesak pihak kampus segera mengambil tindakan. Beberapa di antaranya berbunyi,

 “Ga nangka, ternyata buanyak banget korbannya,” “Semoga VIRAAAL & yg bersangkutan dinonaktifkan,” hingga “Ya ampun tobat pakkkk astagfirullah.”

Direktur Komunikasi Publik UMY akan memproses laporan

Selain melalui media sosial, Direktur Komunikasi Publik UMY, Dr. Ratih Herningtyas, S.IP., M.A., juga turut menanggapi ramainya perbincangan tersebut secara langsung.

Ia mengatakan pimpinan kampus baru menerima informasi mengenai dugaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kampus berencana memanggil pihak yang dilaporkan beserta jajaran program studi pada Sabtu (11/7/2026) guna memperoleh gambaran yang utuh sebelum menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik.

Ratih belum memberikan penjelasan mengenai substansi dugaan maupun identitas pihak yang dilaporkan. Menurutnya, UMY masih mengedepankan proses klarifikasi internal agar memperoleh gambaran menyeluruh sebelum menyampaikan informasi resmi kepada publik.

Meski demikian, kampus memastikan laporan yang ramai beredar di media sosial tersebut akan diproses secara serius sesuai mekanisme yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*