
Teknologi dry ice akan diuji coba di Sumatera Selatan untuk mengurai asap karhutla. Kenali cara kerjanya di sini!
PALEMBANG, KalderaNews.com – Teknologi dry ice atau es kering akan diuji coba di Sumatera Selatan untuk membantu menangani asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Uji coba ini direncanakan berlangsung di wilayah yang terdampak asap, khususnya Kota Palembang. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari inovasi kerja sama Indonesia dan Thailand untuk mengurai asap.
Instruksi mengenai pelaksanaan metode ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla secara daring pada Senin (12/10/2026).
BACA JUGA:
- Batam Disergap Blackout: Menko Bahlil Panggil PLN Usut Penyebab Pemadaman
- Viral Asap Karhutla Kalimantan Menuju Jawa, BMKG Buka Suara!
- Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Desak Ujian Susulan
Herman mengatakan, pengujian akan dilakukan secepatnya di sejumlah lokasi strategis, termasuk bandara dan lapangan udara milik TNI.
Apa Itu Teknologi Dry Ice?
Dry ice merupakan karbon dioksida (CO₂) dalam bentuk padat yang memiliki suhu sekitar minus 78,5 derajat Celsius pada tekanan atmosfer.
Dalam konteks penanganan asap karhutla di Sumatera Selatan, istilah ini merujuk pada metode yang direncanakan untuk membantu mengubah kondisi atmosfer agar mendukung pembentukan awan dan hujan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa metode tersebut ditujukan untuk mengatasi lapisan inversi atmosfer yang dapat membuat asap terperangkap di dekat permukaan.
Lapisan inversi terjadi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu, sehingga menghambat pergerakan vertikal udara. Akibatnya, asap dan polutan dapat bertahan serta menumpuk di suatu wilayah.
Dalam kondisi yang mendukung, penggunaan dry ice ditujukan untuk membantu proses pembentukan awan dan hujan sehingga asap yang terperangkap dapat berkurang. Namun, efektivitas metode ini bergantung pada kondisi atmosfer dan hasil uji coba di lapangan.
Perbedaan Dry Ice dan Teknologi Penyemaian Awan
Teknologi dry ice dalam penanganan asap perlu dibedakan dari penyemaian awan atau cloud seeding yang lazim dilakukan untuk memicu atau meningkatkan pembentukan hujan.
Penyemaian awan umumnya menggunakan bahan seperti natrium klorida (NaCl) atau garam untuk membantu proses pembentukan butiran air di awan yang memenuhi syarat.
Sementara itu, dry ice bekerja melalui mekanisme pendinginan yang dapat memicu pembentukan kristal es pada kondisi awan tertentu.
Meski demikian, kedua metode tersebut sama-sama memerlukan kondisi atmosfer yang sesuai. Dry ice tidak dapat secara otomatis menghilangkan asap ataupun menghasilkan hujan apabila awan dan kelembapan yang dibutuhkan tidak tersedia.
Menurut penjelasan yang disampaikan pihak klimatologi Sumatera Selatan, metode dry ice diharapkan dapat membantu mengatasi kondisi atmosfer yang menghambat pertumbuhan awan sekaligus mendukung penguraian asap yang terjebak.
Uji Coba Dry Ice di Palembang untuk Atasi Asap Karhutla
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan uji coba teknologi ini sebagai salah satu upaya menghadapi dampak asap karhutla. Pelaksanaannya direncanakan di lokasi strategis, termasuk kawasan bandara dan lapangan udara milik TNI.
Meski demikian, hasil penerapan metode tersebut masih perlu dilihat melalui pengujian langsung. Keberhasilannya akan dipengaruhi oleh kondisi cuaca, karakteristik awan, serta keadaan atmosfer ketika teknologi diterapkan.
Penanganan asap karhutla juga tetap membutuhkan upaya utama berupa pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, dan pengendalian sumber asap.
Teknologi pengubah cuaca dapat menjadi langkah pendukung, tetapi tidak menggantikan penanganan kebakaran di lapangan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply