ULM Ditantang Kembangkan Program Studi Jarak Jauh (PJJ)

ULM Ditantang Kembangkan Program Studi Jarak Jauh (PJJ)
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) (KalderaNews/Ristekdiksti)

BANJARMASIN, KalderaNews.com – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dengan 12 gedung barunya diharapkan mengembangkan Program Studi Jarak Jauh (PJJ) agar dapat menyediakan layanan bagi lulusan SMA dan SMK yang terpaksa harus bekerja dan tidak dapat berkuliah.

“(Dengan PJJ) pemuda Indonesia yang sekarang bekerja dari lulusan SMA dan SMK, mereka bisa kuliah lagi. Kalau kita kembangkan ini, mudah-mudahan perguruan tinggi kita semakin berkualitas,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat meresmikan Gedung Baru Proyek Islamic Development Bank (IsDB) 7in1 Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin pada Selasa, 5 Maret 2019.

Dengan fasilitas baru ini, Menristekdikti pun memberikan target pada ULM agar dapat mendapatkan akreditasi program studi yang lebih banyak.

BACA JUGA
Buku-buku Indonesia Laku Keras di Pesta Buku Brunei 2019
120 Mahasiswa Indonesia di Belanda Rayakan 20 Tahun Beasiswa StuNed
Mantul, 210 Pelajar Jerman ini Kenali Indonesia Lewat Kuntilanak, Pocong, Sundel Bolong, dan Durian

Diketahui, saat ini masih ada 57 program studi terakreditasi B dan 4 terakreditasi C di ULM. Akreditasi perguruan tinggi ULM juga ditargetkan naik dari B ke A pada 2019. Nasir meyakini ULM dapat menyusul 87 perguruan tinggi yang sudah mendapat akreditasi perguruan tinggi A.

“Target saya 100 perguruan tinggi Indonesia bisa mencapai A. Dulu hanya 19. Lima tahun untuk bisa menyelesaikan menjadi 100, berarti perlu lompatan 81 perguruan tinggi menjadi A,” ungkap Menristekdikti.

Sementara itu dalam paparan kuliah umumnya, Nasir pun menargetkan lima belas tahun ke depan masyarakat tidak lagi banyak berkuliah di gedung atau ruang kampus, tetapi dimana saja dan kapan saja selama ada akses internet.

“Jangan kaget nanti 15, 20, 30 tahun ke depan, orang bilang, ‘Oh, ini ada kampus besar di masa itu.’ Ini akan jadi sejarah, karena semua sudah dengan online learning.”

Ia meyakini nantinya kampus bukan pusat kuliah lagi, tapi pusat inovasi, pusat praktik, pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*