Indonesia Akan Mengalami Hari “Tanpa Bayangan”, Begini Penjelasannya




Ilustrasi: Hari Tanpa Bayangan. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Hari Tanpa Bayangan. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika alias BMKG merilis bahwa dalam beberapa ke depan, wilayah Indonesia akan mengalami Hari “Tanpa Bayangan”. Apa sih Hari “Tanpa Bayangan” itu?

BACA JUGA:

Nah, berikut ini penjelasan dari BMKG:

Kulminasi atau transit atau istiwa’ merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, lantaran bertumpuk dengan benda itu sendiri. Maka, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai Hari “Tanpa Bayangan”.

Mengapa bisa terjadi?

Fenomena ini karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5o LU sampai 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari.

Tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2021 pukul 16.37 WIB dan 23 September 2021 pukul 02.21 WIB. Sementara, pada 21 Juni 2021 pukul 10.32 WIB, matahari akan berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2021 pukul 22.59 WIB matahari berada di titik balik Selatan.

Nah, kapan sih terjadinya?

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator atau khatulistiwa, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

Khusus di Jakarta, fenomena ini akan terjadi pada 4 Maret 2021, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2021, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.

Secara umum, kulminasi utama tahun 2021 di Indonesia terjadi antara 20 Februari 2021 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2021 di Sabang, Aceh. Dan 7 September 2021 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2021 di Baa, Nusa Tenggara Timur.

So, berikut daftar lengkap kulminasi utama di setiap ibukota provinsi:

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*