Mengenal Clubhouse, Aplikasi Audio Chat yang Digunakan Elon Musk




Clubhouse, Aplikasi Viral yang Banyak Digunakan Tokoh Ternama (KalderaNews.com/Ost)
Clubhouse, Aplikasi Viral yang Banyak Digunakan Tokoh Ternama (KalderaNews.com/Ost)

JAKARTA, KalderaNews.com – Belakangan, nama Clubhouse mulai viral dan mengundang banyak perhatian dari pengguna media sosial. Aplikasi berbasis audio-chat ini banyak diperbincangkan sejak banyak tokoh ternama seperti Elon Musk hadir dalam diskusi daring di aplikasi tersebut.

Selain Musk, beberapa tokoh seperti komedian Kevin Hart, Drake, dan Oprah Winfrey diketahui turut bergabung. Dari tanah air sendiri, ada influencer media sosial seperti Reza Arap dan Rachel Vennya yang juga telah mencoba Clubhouse

BACA JUGA:

Sementara itu, Clubhouse sendiri merupakan aplikasi asal Silicon Valey yang telah diluncurkan pada Maret 2020 oleh Paul Davidson dan Rohan Seth. Di awal kemunculannya, aplikasi ini hanya memiliki 1,500 pengguna pada Mei 2020.

Tercatat, hingga 1 Februari 2021 pengguna Clubhouse telah meningkat cukup pesat hingga menyentuh angka 2 juta.

Aplikasi Eksklusif

Berbeda dengan WhatsApp, Instagram, Facebook, dan sejenisnya, Clubhouse merupakan aplikasi yang tidak bisa dimasuki semua orang. Saat ini, aplikasi baru tersedia untuk para pengguna iphone. Anda juga hanya bisa bergabung melalui undangan dari pengguna lain yang sudah memiliki akun.

Tidak hanya itu, Clubhouse juga menerapkan konsep FOMO (Fear of Missing Out) untuk mengikat para penggunanya agar tidak meninggalkan aplikasi. Artinya, jika keluar dari aplikasi saat pembicaraan berlangsung, maka Anda akan ketinggalan topik bahasan terkini dan tidak dapat diulang.

Keunggulan Clubhouse

Daya tarik aplikasi ini selain sifatnya yang eksklusif adalah Anda dapat bergabung dalam ruang obrolan dan mendengarkan langsung pembicaraan dari tokoh-tokoh ternama.

Misalnya, Anda dapat bergabung dalam chat room bersama Elon Musk dan berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan bahkan diskusi langsung. Hal inilah yang membuat para pengguna merasa lebih terhubung karena adanya komunikasi dua arah yang tidak dimiliki oleh media sosial lain.

Tidak seperti podcast, obrolan dalam ruang tersebut tidak dapat tersimpan alias tidak dapat Anda dengarkan kembali.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*