Inilah 20 Pesan Bijak Kartini untuk Milenial, Cocok untuk Status Media Sosial Kamu




Ilustrasi: Pesan-pesan R.A. Kartini. (Ist.)
Ilustrasi: Pesan-pesan R.A. Kartini. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tiap 21 April, masyarakat Indonesia memperingati perjuangan sosok perempuan, Raden Ajeng Kartini. Pahlawan perempuan ini begitu lekat di kehidupan masyarakat sampai kini.

Perempuan yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 itu telah puluhan tahun menjadi inspirasi perempuan di Indonesia. Ia amat peduli dengan pendidikan kaum perempuan.

Ia gemar membaca, pun menulis. Kumpulan suratnya yang dibukukan dengan tajuk Habis Gelap Terbitlah Terang, menjadi salah satu karya buku yang fenomenal di negeri ini.

BACA JUGA:

Banyak kalimat-kalimat bijak Kartini yang lekang oleh waktu, bahkan menajdi inspirasi kaum milenial. So, inilah 20 kalimat bijak Kartini yang bisa juga kamu bagikan kepada teman dan sahabat kamu:

  1. Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.
  2. Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.
  3. Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.
  4. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.
  5. Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri.
  6. Saat membicarakan orang lain, Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yang baik.
  7. Ia tidak wajib patuh kepada siapapun, siapapun juga, kecuali terhadap suara batinnya, hatinya.
  8. Dalam tangan anaklah terletak masa depan dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang merupakan masa depan itu.
  9. Karena bila taraf hidup kesenian suatu bangsa tinggi, maka budi bangsa itu sendiri adalah suatu puisi.
  10. Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari pelipur hati pada manusia, kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang dan angin rebut pun menjadi sepoi-sepoi.
  11. Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, demikianlah pula dalam hidup manusia, bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah.
  12. Hormati segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya.
  13. Tidak menjadi soal bagaimana caranya mengabdi kepada kebaikan, asalkan baik saja.
  14. Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.
  15. Alangkah ajaibnya rasa kasih sayang. Rasa cinta adalah surga dan neraka yang menjadi satu.
  16. Bukan laki-laki yang hendak kami lawan, melainkan pendapat kolot dan adat usang.
  17. Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba, jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.
  18. Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.
  19. Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.
  20. Tiada barang mustahil di dunia ini! Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*