Hari Asi Sedunia 1 Agustus Diperingati Selama Sepekan: Sejarah dan Pesan WHO untuk Indonesia




Hari Ibu, Bayi
Ibu dan bayinya (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Hari Asi Sedunia diperingati setiap 1 hingga 7 Agustus diperingati dalam sepekan dengan nama Pekan Air Susu (ASI) Internasional atau World Breastfeeding Week (WBW). Pekan ASI Internasional ini diperingati secara serentak di berbagai belahan bumi.

Sejarah Pekan ASI Sedunia berawal dari forum World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) yang diselenggarakan di markas United Nations Children’s Fund atau UNICEF di New York, Amerika Serikat pada tahun 1991.

BACA JUGA:

Pekan ASI Sedunia diperingati memperjuangkan pemenuhan hak anak atau bayi akan kebutuhan air susu ibu hingga berusia 24 bulan atau lebih. Secara umum, tujuan peringatan Pekan ASI ini untuk mengoptimalkan kesehatan gizi dan kesehatan ibu beserta anak.

Anjuran bahwa bayi harus diberikan ASI eksklusif sejak lahir sampai berusia 4 hingga 6 bulan. Pada masa asi eksklusif tersebut, bayi hanya boleh diberikan ASI saja tanpa makanan pendamping lain. Setelah bayi berumur 6 bulan, bayi sebainya tetap disusui sambil menerima makanan pendamping yang sesuai dan memadai hingga usia 2 tahun atau lebih.

Ide inisiasi dari Pekan ASI Sedunia ini muncul dalam World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) pada 14 Februasi 1991. Ide ini muncul bersamaan dengan dicetuskannya Innocent Declaration yang diinisiasi oleh WHO, UNICEF, pemerintah dari beberapa negara, serta sejumlah organisasi lainnya.

Tujuan Innocent Declaration bertujuan melindungi, mempromosikan, dan mendukuang gerakan menyusui. Deklarasi ini selanjutnya diperingati dalam World Breastfeed Week (WBW) atau Pekan ASI Sedunia diperingati secara terus menerus hingga saat ini.

Pekan ASI Sedunia mulai aktif sejak 1992 dan mempunyai tema tahunan yang terus berganti. Tahun ini tema pekan menyusui sedunia adalah protect breastfeeding: a shared responsibility (Perlindungan menyusui: tanggung jawab bersama).

Tema Hari ASI sedunia tahun ini berbicara tentang bagaimana menyusui dapat berkontribusi pada kelangsungan hidup, kesehatan, dan kesejahteraan semua orang.  Untuk Hari ASI Sedunia tahun ini, WHO dan UNICEF memberikan pesan khusus untuk Indonesia yakni pemerintah Indonesia harus terus mendukung para ibu tetap menyusui selama pandemi.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat penting untuk nutrisi anak sampai berlanjut usia mencapai dua tahun, sehingga harus selalu diutamakan oleh para ibu. WHO dan UNICEF juga meminta agar para ibu segera melakukan vaksin dan tetap memberikan ASI pada bayinya secara optimal.

UNICEF juga menyampaikan pentingnya melindungi ibu dan anak di masa pandemi seperti sekarang. Hal ini agar dapat menjamin kehidupan anaknya di masa depan. WHO juga secara aktif terus mempromosikan menyusui sebagai sumber nutrisi terbaik untuk bayi dan anak kecil, serta terus berupaya meningkatkan tingkat pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama hingga mencapai target 50% pada tahun 2025.

Pesan UNICEF pada ibu yang menjadi suspek atau positif Covid-19 tetap diperbolehkan menyusui ananya dengan protokol kesehatan yang disarankan. Jika anak yang disusui menjadi suspek atau terkonfirmasi Covid-19 tetap boleh diberikan ASI sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan WHO.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*