
STOCKHOLM, KalderaNews.com – Hadiah Nobel Sastra 2021 akan diumumkan pada Kamis ini. Sejauh ini, pemenang Nobel selalu sulit diprediksi.
Nobel Sastra sendiri di masa lalu dianugerahkan tak hanya pada para penyair dan novelis, tetapi bahkan penulis lagu, Bob Dylan.
Kendati sulit diprediksi, beberapa nama pun tetap bermunculan dan diunggulkan untuk tahun ini mulai dari Ngugi wa Thiong’o dari Kenya, Penulis Prancis Annie Ernaux, Penulis Jepang Haruki Murakami, Margaret Atwood dari Kanada dan penulis Antiguan-Amerika Jamaica Kincaid.
BACA JUGA:
- Novelis Abdulrazak Gurnah dari Tanzania Gondol Hadiah Nobel Sastra 2021
- Kredibilitas Nobel Sastra Pasca Skandal Pelecehan Seksual Dua Tahun Lalu
- 5 Fakta Nobel Sastra, Ada Dua Pemenang yang Menolak Hadiah
Prediksi lainnya selain Ngugi Wa Thiong’o dari Kenya, ada Vikram Seth dari India, Yan Lianke dan Liao Yiwu dari China, Nuruddin Farah dari Somalia, Mia Couto dari Mozambik dan Chimamanda Ngozi Adichie dari Nigeria
Penghargaan tahun lalu sendiri diberikan kepada penyair Amerika Louise Glück atas apa yang para juri gambarkan sebagai “suara puitisnya yang tak salah lagi, yang dengan keindahannya membuat eksistensi individu menjadi universal.”
Glück adalah pilihan populer setelah beberapa tahun kontroversi. Pada tahun 2018 penghargaan ditunda setelah tuduhan pelecehan seksual mengguncang Akademi Swedia, badan rahasia yang memilih pemenang. Pemberian hadiah 2019 kepada penulis Austria Peter Handke menimbulkan protes karena dukungannya yang kuat untuk Serbia selama perang Balkan tahun 1990-an.
Penerima penghargaan akan mendapatkan medali emas dan 10 juta kronor Swedia (lebih dari $ 1,14 juta). Uang hadiah itu berasal dari warisan yang ditinggalkan oleh Alfred Nobel yang meninggal pada tahun 1895.
Pada Senin lalu Komite Nobel menganugerahkan hadiah dalam fisiologi atau kedokteran kepada orang Amerika David Julius dan Ardem Patapoutian atas penemuan mereka tentang bagaimana tubuh manusia merasakan suhu dan sentuhan.
Sementara itu Hadiah Nobel Fisika dianugerahkan pada Selasa lalu pada tiga ilmuwan yang karyanya menemukan keteraturan yang tampak tidak teratur, membantu menjelaskan dan memprediksi kekuatan alam yang kompleks, termasuk memperluas pemahaman kita tentang perubahan iklim.
Benjamin List dan David W.C. MacMillan pun dinobatkan sebagai peraih Nobel Kimia pada Rabu kemarin karena menemukan cara yang lebih mudah dan lebih ramah lingkungan untuk membangun molekul yang dapat digunakan untuk membuat senyawa, termasuk obat-obatan dan pestisida.
Masih akan datang hadiah juga akan diberikan untuk pekerjaan luar biasa di bidang perdamaian dan ekonomi.
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu


Leave a Reply