Sebanyak 6.378 Program Studi Diakreditasi BAN-PT dalam 3 Tahun Terakhir Ini

Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Jakarta
Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Jakarta (KalderaNews/Arli Cia)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, memaparkan capaian kinerja Kemendikbudristek selama 3 tahun pada rapat kerja Komisi X DPR RI, di Gedung Nusantara, Jakarta pada Kamis, 11 November 2022.

Untuk Pendidikan Tinggi, terangnya, terdapat 456.184 mahasiswa mengikuti program studi di luar kampus, sebanyak Rp1,24 triliun dana padanan dari pihak industri digelontorkan dalam proyek kerja sama Kedaireka.

Hingga kini ada 10 PTN-BH baru. Ada 6.378 program studi di Perguruan Tinggi yang diakreditasi BAN-PT dan ada 1.454 program studi dengan inovasi pembelajaran digital. Selain itu, sebanyak 1.194 mahasiswa menerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

BACA JUGA:

“Dari angka 456.184, yang dikelola oleh Kemendikbudristek hanya sekitar 140 ribu, sisanya adalah perguruan tinggi kita secara mandiri mendorong program MBKM ini sendiri mengirim mahasiswanya ke luar kampus dan mendapat full credit,” terangnya.

“Belum ada program yang sesukses ini menarik sektor swasta berinvestasi dalam riset dan inovasi di perguruan tinggi di Kemendikbudristek,” lanjut Nadiem.

Terkait pencapaian pada pendidikan dan pelatihan vokasi, terdapat 1.402 SMK pelaksana program SMK Pusat Keunggulan. Sebanyak 2.875.557 siswa menerima manfaat dalam program SMK Pusat Keunggulan.

Sebesar Rp439,3 miliar dana investasi industri yang dihasilkan dari program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan (Matching Fund) dengan melibatkan 349 industri dan 373 SMK. Total Rp94,5 miliar investasi yang dihasilkan dari program Matching Fund Pendidikan Tinggi Vokasi yang melibatkan 241 mitra industri.

“1.402 SMK yang menjadi pusat keunggulan itu mewakili 2,8 juta siswa yaitu 27,5 persen total populasi anak SMK se-Indonesia. Dana investasi yang bisa ditarik ke SMK menjadi sebuah capaian yang luar biasa, di mana industri berlomba-lomba menginvestasikan modalnya,” tambahnya.

Tak sampai di situ, sebanyak 159.120 orang menjadi peserta program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), 61.176 orang menjadi peserta program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), 18.791 guru kejuruan, kepala sekolah, dosen mengikuti upskilling dan reskilling berstandar industri.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan share pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*