
JAKARTA, KalderaNews.com – Aksi unjuk rasa bertema “Indonesia Gelap” menggema di berbagai wilayah Indonesia. Apa sajakah yang mahasiswa tuntut?
Mahasiswa di seluruh Indonesia turun aksi dalam demo bertajuk Indonesia Gelap yang digelar pada pada Senin, 17 Februari hingga Jumat 21, Februari 2025.
Demo Indonesia gelap ini adalah aksi kolektif yang digelar oleh seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya untuk merespons kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama 120 hari berjalan.
BACA JUGA:
- Aksi Indonesia Gelap, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa!
- BEM Unair akan Gelar Aksi Demonstrasi Terkait Efisiensi Anggaran 2025, Tuntut 8 Hal Ini untuk Pemerintah
- Oknum Dosen Untidar Diduga Lakukan Penyelewengan, Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi
Apa saja tuntutan mahasiswa di aksi Indonesia Gelap yang digelar di berbagai wilayah Indonesia? Simak informasi selengkapnya di sini!
Bandung
Aksi Indonesia Gelap digelar oleh ratusan mahasiswa di Bandung, Jawa Barat. Aksi demonstrasi ini dikoordinir oleh BEM SI Kerakyatan Jabar.
Mereka berunjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar pada Senin, 17 Februari 2025.
Aksi ini menuntut pertanggungjawaban kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Samarinda
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (AMKT) juga turun ke jalan pada Senin, 17 Februari 2025.
Mereka melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur. Mereka menyuarakan tiga tuntutan utama.
Yaitu pencabutan Inpres Nomor 1 Tahun 2025, penolakan revisi Undang-Undang Minerba, dan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bali
Aksi selanjutnya dilakukan oleh Aliansi Bali Tidak Diam. Mereka melakukan unjuk rasa dengan menggeruduk Kantor DPRD Bali, Senin, 17 Februari 2025.
Aksi yang juga bertajuk Indonesia Gelap Darurat Pendidikan ini membawa lima poin tuntutan yang berangkat dari efisiensi di bidang pendidikan.
Mereka meminta pemerintah membatalkan seluruh pemangkasan terhadap anggaran pendidikan. Massa aksi yang terdiri dari kumpulan mahasiswa tersebut menyampaikan lima tuntutan mengenai kebijakan efisiensi anggaran.
Massa aksi di Bali berhasil melakukan dialog terbuka bersama Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya beserta jajarannya.
Semarang
Aliansi Semarang Menggugat juga menggelar aksi Indonesia Gelap di Kota Semarang. Ribuan mahasiswa turun ke jalan, menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 18 Februari 2025.
Aksi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk Undip, Unnes, Polines, USM, UIN Walisongo, serta komunitas di Kota Semarang.
Peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Semarang ‘Semarang Menggugat’ ini menolak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang dinilai menyulitkan masyarakat.
Para mahasiswa menyoroti berbagai kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, seperti pemangkasan anggaran pendidikan, dugaan pelanggaran HAM oleh aparat, dan kelangkaan gas Elpiji subsidi 3 kg.
Solo
Sementara itu, di Kota Solo, Jawa Tengah, mahasiswa melakukan demonstrasi Indonesia Gelap pada Rabu, 19 Februari 2025.
Unjuk rasa dilakukan oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Solo Raya yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Solo Raya (BEM SR).
Unjuk rasa berlangsung di depan Kantor DPRD Kota Solo. Mahasiswa di Solo menyoroti berbagai permasalahan yang tengah terjadi di Indonesia saat ini.
Terutama mengenai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran. Mereka menyebut kebijakan tersebut tidak berpihak kepada rakyat.
Massa juga menolak upaya pemerintah yang merenggut hak rakyat untuk mengenyam pendidikan, makan bergizi gratis yang menuai banyak masalah, dan sebagainya.
Jakarta
Massa unjuk rasa Indonesiap Gelap yang berada di Jakarta saling berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta berkumpul pada hari Kamis, 20 Februari 2025 dengan membawa poster-poster unjuk rasa dan slogan-slogan kritikan terhadap pejabat pemerintahan.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggagas aksi ini untuk menyuarakan kekhawatiran serta kekecewaan terhadap kebijakan negara di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Situasi negara dinilai sudah “makin gelap” akibat kebijakan-kebijakan yang ada. Adapun tuntutan mahasiswa beragam, mulai dari masalah ekonomi hingga pemangkasan anggaran untuk program prioritas Prabowo.
Yogyakarta
Selain Jakarta, aksi Indonesia Gelap juga digelar oleh mahasiswa dan masyarakat di Yogyakarta di hari yang sama, yaitu Kamis, 20 Februari 2025. Demo mahasiswa berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Massa aksi di Yogyakarta berunjuk rasa di Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju kawasan Malioboro dan berakhir di Titik Nol.
Para mahasiswa dan masyarakat mengecam sederet kebijakan Prabowo dari bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik, melalui berbagai poster yang dibawa.
Adapun massa yang tergabung dalam Jogja Memanggil ini menuntut untuk turunkan Prabowo-Gibran dan bubarkan Kabinet Merah Putih karena kebijakannya kian ‘ngawur’ dan tak berpihak rakyat. Massa aksi menilai Prabowo tidak bisa lagi ditolerir dan tidak bisa dimaafkan
Palembang
Massa aksi di Palembang juga ikut berdemonstrasi pada hari Kamis, 20 Februari 2025. Mereka datang dari berbagai kampus di Palembang.
Para mahasiswa berunjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Sumatra Selatan dengan membawa spanduk tuntutan yang bertuliskan soal Makan Bergizi Gratis (MBG), Tunjangan Kinerja (Tukin) Dosen hingga tulisan lainnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply