Viral, Siswa SMKN 3 Kasihan Bantul Demo Tolak Penebangan Pohon Munggur yang Jadi Identitas Sekolah

Aksi demo siswa SMKN 3 Kasihan (KalderaNews/Instagram @merapi_uncover)
Sharing for Empowerment

BANTUL, KalderaNews.com – Puluhan siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta atau SMKN 3 Kasihan Bantul menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 22 Desember 2025.

Aksi tersebut ditujukan kepada Kepala Sekolah SMKN 3 Kasihan yang berencana menebang pohon munggur besar di lingkungan sekolah, pohon yang selama ini dikenal sebagai identitas dan simbol SMSR Yogyakarta.

Informasi aksi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @merapi_uncover dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.

BACA JUGA:

Usai Didemo, Sekolah Batalkan Penebangan Pohon

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa penolakan siswa tidak hanya berkaitan dengan rencana penebangan pohon munggur, tetapi juga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kepala sekolah yang dinilai kerap mengeluarkan peraturan sekolah yang dianggap mematikan kreativitas para siswa sebagai calon seniman.

Viralnya aksi tersebut memicu perhatian publik. Menyusul gelombang respons tersebut, pihak SMKN 3 Kasihan akhirnya mengambil keputusan untuk membatalkan rencana pemangkasan total dua pohon munggur yang berada di area sekolah.

Melalui surat resmi bernomor B/400.3.8/2024/SKB.5 yang diterbitkan pada Selasa, 23 Desember 2025, Kepala SMKN 3 Kasihan, Ngadinem, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sikap resmi sekolah terkait polemik yang sempat menimbulkan keresahan tersebut.

Dalam surat tersebut, pihak sekolah menyampaikan dua poin utama. Pertama, sekolah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak atas kesalahan dalam penyampaian informasi sebelumnya.

Pihak sekolah mengakui bahwa komunikasi yang kurang tepat telah menimbulkan kegelisahan di kalangan warga sekolah maupun masyarakat.

Kedua, kepala sekolah secara resmi memutuskan untuk membatalkan rencana pemangkasan total terhadap dua pohon munggur di lingkungan SMKN 3 Kasihan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan aspirasi yang berkembang.

Sebelumnya, rencana pemangkasan pohon munggur muncul sebagai tindak lanjut dari rekomendasi mitigasi bencana yang dikeluarkan BPBD Bantul dengan nomor T/500.5.7.15/02251.

Namun, rencana tersebut menuai penolakan karena pohon munggur dinilai memiliki nilai ekologis, estetika, serta makna simbolik yang kuat, terutama bagi lingkungan sekolah seni seperti SMSR Yogyakarta.

Pihak sekolah menyatakan bahwa keputusan pembatalan diambil setelah melakukan kajian lebih mendalam serta membuka ruang dialog dengan berbagai unsur, termasuk pegiat seni dan budaya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan aspek keselamatan lingkungan dengan pelestarian aset alam dan nilai budaya di lingkungan pendidikan.

Surat keputusan yang ditandatangani secara elektronik tersebut ditujukan kepada seluruh warga sekolah, mulai dari guru, karyawan, siswa, orang tua, hingga alumni.

Dengan terbitnya surat resmi ini, polemik terkait rencana pemangkasan pohon munggur di SMKN 3 Kasihan dinyatakan selesai, dengan keputusan akhir untuk tetap mempertahankan keberadaan pohon tersebut.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


848 views