Akhirnya Terjaring OTT KPK, Inilah Sosok Kontroversial dan Profil Pendidikan Bupati Pati Sudewo

Bupati Pati, Sudewo. (Ist.)
Bupati Pati, Sudewo. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Ruang publik kembali diguncang oleh kabar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kali ini, giliran orang nomor satu di Kabupaten Pati, Sudewo (SDW), yang harus berhadapan dengan penyidik antirasuah pada Senin (19/1/2026).

BACA JUGA:

Penangkapan politikus Partai Gerindra ini menjadi puncak dari rentetan kontroversi yang menyelimuti masa jabatannya yang tergolong masih seumur jagung.

Detik-Detik Penangkapan: Maraton 24 Jam

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Sudewo diamankan bersama tujuh orang lainnya. Tiga di antaranya diduga kuat merupakan koordinator kecamatan atau “pengepul”.

Sebelum dibawa ke Gedung Merah Putih di Jakarta, Sudewo sempat menjalani pemeriksaan maraton selama 1×24 jam di Polres Kudus. Tiba di Jakarta pada Selasa (20/1) pagi pukul 10.36 WIB, Sudewo yang mengenakan jaket hitam tampak bungkam dan berjalan cepat menghindari kejaran awak media.

KPK mengungkap bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan suap jual beli jabatan di tingkat desa.

“Terkait pengisian jabatan kaur (kepala urusan), kasi (kepala seksi), ataupun sekdes (sekretaris desa),” ujar Budi Prasetyo.

Rekam Jejak Pendidikan: Insinyur yang Aktif Berorganisasi

Di balik pusaran kasusnya, Sudewo sebenarnya memiliki latar belakang pendidikan yang cukup baik di bidang teknik. Lahir di Pati pada 11 Oktober 1968, ia menghabiskan masa sekolahnya di tanah kelahirannya, mulai dari SDN 1 Slungkep hingga SMAN 1 Pati.

  • S1 Teknik Sipil: Ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan lulus tahun 1993. Semasa kuliah, ia dikenal sebagai aktivis yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS pada 1991.
  • S2 Teknik Pembangunan: Sudewo kemudian memperdalam ilmunya di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan meraih gelar Magister pada tahun 2001.

Karier profesionalnya pun diawali dari bawah, mulai dari sektor konstruksi swasta hingga menjadi tenaga honorer dan akhirnya diangkat sebagai PNS di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum (PU).

Dari Kursi DPR RI ke Singgasana Bupati yang “Panas”

Sebelum menjabat sebagai Bupati Pati per 18 Juli 2025, Sudewo merupakan politikus kawakan di Senayan. Ia tercatat dua periode menduduki kursi Anggota DPR RI (2009–2014 dan 2019–2024).

Namun, kepemimpinannya di Pati langsung disambut gelombang protes. Salah satu kebijakan yang paling memicu amarah warga adalah kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meski akhirnya dibatalkan, kepercayaan masyarakat tampaknya sudah terlanjur rretak

Penangkapan kemarin bukanlah pertama kalinya nama Sudewo muncul di radar KPK. Sebelumnya, ia sudah dua kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pembangunan jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Bahkan, pada September 2025, ratusan warga Pati sempat melakukan aksi demo di depan Gedung Merah Putih KPK. Menggunakan tujuh bus, warga menuntut KPK segera menangkap Sudewo atas dugaan berbagai pelanggaran. Aspirasi tersebut kini seolah terjawab melalui operasi senyap yang dilakukan KPK awal pekan iini

Hingga saat ini, status Sudewo masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukumnya, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Jika terbukti, kasus jual beli jabatan ini akan menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat korupsi di tengah upaya reformasi birokrasi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*