
JAKARTA, KalderaNews.com – Banjir melanda sejumlah titik strategis Jakarta pada Minggu (18/1/2026). Data terbaru menunjukkan belasan RT terendam dan sepuluh ruas jalan utama lumpuh akibat genangan air yang mencapai ketinggian hingga 90 cm.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir yang awalnya hanya merendam lima RT pada subuh tadi, kini meluas menjadi 16 RT. Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling terdampak parah dalam musibah ini.
BACA JUGA:
- Waspada! BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 18-19 Januari 2026, Jakarta hingga NTT Berstatus Siaga
- Miris! 73 Ribu Siswa Korban Banjir Aceh Utara Terancam Tak Punya Buku Saat Sekolah Dibuka 5 Januari 2026
- Viral! Akses Sekolah Terendam Banjir, Guru di Lamongan Jemput Siswanya Naik Perahu
Rincian Wilayah Terdampak: Jakarta Barat: Menjadi titik konsentrasi banjir terdalam dengan ketinggian air rata-rata mencapai 60 cm. Jakarta Utara (Pluit): Mengalami kelumpuhan total. Ketinggian air di kawasan Pluit dilaporkan berada di kisaran 50 hingga 90 cm.
Lalu Lintas Lumpuh: Truk Mengular di Kawasan Utara
Kondisi di lapangan menunjukkan dampak signifikan terhadap arus lalu lintas. Sepuluh ruas jalan utama di Jakarta dilaporkan tergenang air, membuat banyak kendaraan pribadi tidak dapat melintas.
Di kawasan Pluit, banjir yang hampir mencapai satu meter menyebabkan akses jalan benar-benar terputus. Akibatnya, terjadi antrean truk yang mengular panjang karena kendaraan besar sekalipun kesulitan menembus tingginya genangan.
Para pengemudi diimbau untuk mencari jalur alternatif dan menghindari wilayah Jakarta Utara serta titik-titik rawan di Jakarta Barat.
Hingga pukul 08.30 WIB, beberapa jalan yang terpantau mengalami kendala serius antara lain: Jl. Pluit Raya (Jakarta Utara), beberapa titik di Jl. S. Parman (Jakarta Barat), Kawasan Daan Mogot hingga Jl. Kyai Tapa (Daftar selengkapnya dapat dipantau melalui aplikasi JAKI).
Meluruhkan Hujan di Laut, Strategi “Penyemaian Awan”
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah ofensif untuk menghadang potensi banjir besar.
Sejak Minggu (18/1/2026), Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) besar-besaran dikerahkan guna “mengusir” awan hujan agar tidak tumpah di daratan Ibu Kota.
Strategi ini dilakukan sebagai respons terhadap peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi mencapai puncaknya pada pertengahan Januari ini.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan meluruhkan awan hujan lebih awal sebelum mencapai daratan Jakarta.
Pesawat terbang dikerahkan untuk menyemai bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam industri di titik-titik strategis.
“Penyemaian awan diarahkan ke perairan utara Pulau Jawa. Kita tidak bisa menghentikan hujan, tetapi hanya mengalihkan agar presipitasi lebih banyak terjadi di laut, bukan di Jakarta,” ujar Yohan, Minggu (18/1).
Detail Operasi Teknis:
- Bahan Semai: 2.400 kilogram (2,4 ton) NaCl.
- Ketinggian Terbang: 8.000 hingga 12.000 kaki.
- Pusat Operasi: Bandara Halim Perdanakusuma.
- Durasi Operasi: Berlangsung intensif dari 16 hingga 22 Januari 2026.
Kolaborasi Lintas Instansi
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menambahkan bahwa operasi ini merupakan kerja sama erat antara BPBD DKI, BMKG, dan TNI AU.
Setiap langkah penyemaian didasarkan pada analisis meteorologi terkini dan evaluasi dinamika atmosfer yang dipantau setiap hari oleh BMKG.
Meskipun modifikasi cuaca sedang berjalan, Isnawa tetap meminta warga Jakarta untuk tidak lengah. Risiko cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang tetap membayangi.
Pesan untuk Warga Jakarta
Selain mengandalkan modifikasi cuaca, BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mitigasi banjir secara mandiri:
- Menjaga Kebersihan: Pastikan saluran air dan got di sekitar tempat tinggal bebas dari sampah.
- Pantau Informasi: Gunakan layanan darurat Jakarta Siaga 112 atau aplikasi JAKI untuk mendapatkan peringatan dini.
- Waspada Pohon Tumbang: Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang melanda.
Dengan pengalihan hujan ke perairan utara, diharapkan beban drainase di Jakarta dapat berkurang secara signifikan, sehingga potensi genangan dan banjir di pemukiman warga bisa diminimalisir.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply