Viral! SMPN 3 Depok Baru Direnovasi dan Habiskan Anggaran Hingga Rp 28 M, Ratusan Siswa Malah Bawa Meja dari Rumah

Heboh siswa di SMPN 3 Depok bawa meja belajar sendiri
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – SMPN 3 Depok menjadi sorotan publik setelah terungkap fakta bahwa sekolah tersebut baru saja direnovasi dengan anggaran mencapai Rp 28 miliar, namun masih terdapat belasan ruang kelas yang belum dilengkapi meja dan kursi.

Akibatnya, ratusan siswa terpaksa membawa meja lipat sendiri dari rumah untuk bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Aksi para siswa membawa meja lipat ke sekolah tersebut viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Diketahu sejumlah siswa menenteng meja belajar berukuran sekitar 50 sentimeter yang mereka bawa secara mandiri.

BACA JUGA:

Pihak Sekolah Buka Suara

Pihak sekolah melalui juru bicara SMPN 3 Depok, Nur, membenarkan adanya kekurangan fasilitas meja dan kursi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena sebelumnya perabot sekolah digunakan bersama dengan SMPN 33 Depok yang kini sudah berdiri terpisah.

“Nah, sekarang kan kita sudah misah, nah sebagian itu memang kursi dari SMP 33 jadi dibawa kembali, nah memang kondisinya kurang. Tapi memang itu atas kesepakatan kami dengan orang tua sih, kan mereka membuat pernyataan gitu,” kata Nur.

Nur mengungkapkan, dari total 33 kelas yang ada, sebanyak 17 kelas belum memiliki meja dan kursi. Jumlah siswa yang terdampak mencapai sekitar 612 orang.

“Kalau kita ada 33 kelas, kita kekurangan 17 ruangan berarti sekitar baru ada 16 kelas yang terisi. Untuk 16 kelas, kalaupun dibikin dua sesi, itu kan nggak cukup karena masih 33 kelas kan masih kurang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi ini terutama dialami oleh siswa kelas 7 dan sebagian kelas 8. Sementara itu, fasilitas meja dan kursi yang tersedia diprioritaskan untuk siswa kelas 9 yang akan segera menghadapi ujian.

“Kalau yang sekarang tuh memang kan kalau kelas 9 tinggal sebentar lagi ya, jadi memang yang di-ini tuh (bawa meja lipat) kelas 7 sama sebagian kelas 8. Yang ada meja kursi difokuskan di kelas 9 dulu karena mereka sebentar lagi, ya berbagi, ada ujian, jadi lebih difokuskan di kelas 9,” ucapnya.

Sejak sekolah diresmikan pada 8 Januari 2026, siswa yang membawa meja lipat harus belajar dengan posisi duduk lesehan di lantai. Nur menyebut Pemerintah Kota Depok saat ini tengah berupaya mengatasi persoalan tersebut.

“Ini sedang diusahakan sama Bapak Wali Kota. Memang, apalagi ini viral ya, jadi memang kayaknya kemarin kepala sekolah juga sampai dengan sekarang lagi ngurusin, kayaknya akan segera gitu. Belum tahu kapan, tapi mudah-mudahan secepatnya,” imbuhnya.

Pemkot Dan Disdik Upayakan Pengadaan Fasilitas Sekolah

Sementara itu, Pemerintah Kota Depok mengakui adanya masalah dalam perencanaan pengadaan fasilitas sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyebut terdapat ketidaksinkronan antara pembangunan ruang kelas dan pengadaan mebel.

“Pertama, kalau komen, saya memang harus diakui bahwa ini ada ketidaksinkronanlah gitu ya, nggak pas 100 persen dalam perencanaan. Karena kan memang pembangunan ruang kelas baru (RKB) itu kan tahun lalu tuh ada di Disrumkim ya. Nah, sementara pembangunan ada di Disdik,” ujar Wahid.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ruang kelas memang telah rampung, namun tidak langsung dibarengi dengan penyediaan meja dan kursi.

“Nah, memang jadi ya ada kurang klop dikit-lah kalau saya lihat gitu ya sehingga, ketika pembangunan selesai, memang ada RKB-RKB yang belum atau tidak tersedia mebelnya. Nah, ini masalah yang terjadi. Nah, kalau saya kira, terkait dengan yang kemarin ramai, katanya siswa pada bawa bangku dari rumah ya,” ujarnya.

Wahid menegaskan bahwa Wali Kota Depok Supian Suri telah menginstruksikan percepatan pengadaan meja dan kursi untuk SMPN 3 Depok.

“Pak Wali juga memerintahkan kami untuk lakukan percepatan-percepatan untuk menghitung. Kemudian membuat rencana tindak lanjut dan secepat mungkin untuk pemenuhan mebel ini. Dan kami sudah melakukan langkah-langkah di internal untuk upaya pemenuhan itu secepat mungkin,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*