
LOMBOK TENGAH, KalderaNews.com – Rekaman video sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video tersebut, para siswa mengaku belum pernah merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyampaikan permohonan keadilan kepada Presiden Prabowo Prabowo.
Dari video yang beredar, para siswa menyebut hanya bisa menyaksikan murid dari sekolah lain menerima menu MBG setiap hari. Video pertama memperlihatkan siswa dari SDN Gerintuk, Dusun Pemoles, Desa Batujangkih, Lombok Tengah.
BACA JUGA:
- Anggaran Pendidikan Banyak ‘Disunat’ untuk MBG, Guru Honorer Nekat Gugat UU APBN 2026 ke MK!
- Viral Pelajar SMP di Kaltara Gelar Demonstrasi di Jalan Berlumpur, Sebut Perbaikan Infrastruktur Lebih Mendesak dari Program MBG
- Viral di Medsos, Rumah Seorang Kakek 80 Tahun di Surabaya Tiba-tiba Berubah Jadi Dapur MBG, Kok Bisa?
Curhat Siswa Minta Keadilan Pendistribusian MBG
“Kami dari SDN Gerintuk belum mendapatkan MBG. Bapak Presiden Prabowo yang saya cinta, hormati dan banggakan, satu tahun MBG berjalan tapi hanya cerita yang kami dapatkan. Saya belum mendapat MBG. Mohon keadilannya Pak Prabowo,” ucap siswa dalam video.
Video lainnya menampilkan siswa SDN Bunpetung, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Mereka mengungkapkan rasa kecewa karena belum memperoleh program MBG seperti sekolah lain.
“Kami belum mendapatkan MBG. Kami hanya bisa menonton teman yang sudah satu tahun mendapatkan MBG. Mohon keadilannya Bapak Prabowo,” kata para siswa SDN Bunpetung dalam video itu.
Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook @Paul_Fadila dan telah ditonton sekitar 180 ribu kali. Video itu memancing berbagai tanggapan dari warganet.
Sebagian mengkritisi pelaksanaan program MBG, sementara yang lain berharap agar program tersebut dapat direalisasikan secara merata di seluruh sekolah.
Koordinator MBG Provinsi NTB Buka Suara
Menanggapi hal itu, Koordinator Regional Program MBG Provinsi NTB, Eko Prasetyo, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan koordinator tingkat kabupaten dan kecamatan guna menuntaskan pendataan sekolah yang belum menerima program tersebut.
“Bagaimana pun kami komitmen di Provinsi NTB karena memang sudah haknya anak-anak. Itu kan kampanye kami makan bergizi gratis hak anak Indonesia,” ujar Eko saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu.
Eko menambahkan, belum terjangkaunya sejumlah sekolah kemungkinan disebabkan kendala teknis di lapangan, terutama terkait keterbatasan kapasitas distribusi oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply