
SURAKARTA, KalderaNews.com – Pengabdian panjang selama 41 tahun sebagai guru terasa sia-sia bagi Sunarsih Budihastuti.
Pensiunan asal Solo itu harus menghadapi kenyataan pahit setelah seluruh dana pensiunnya sebesar Rp300 juta diduga hilang akibat investasi di Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN).
Dengan suara bergetar dan menahan tangis, Sunarsih menyampaikan kisahnya di hadapan Komisi III DPR RI pada Senin (9/3/2026) lalu.
BACA JUGA:
- Perbandingan Gaji Guru di Negara ASEAN, Ternyata Indonesia Paling Rendah!
- Viral di Media Sosial! Gaji Guru Hanya Rp 66 Ribu Sebulan, Warganet: Ironi Pendidikan Indonesia
- Ini Gaji Ideal Guru di Indonesia: Rp10 Juta Per Bulan demi Kehormatan Profesi
Kronologi penipuan berkedok investasi
Ia menceritakan bagaimana dirinya bisa terjebak dalam investasi tersebut setelah berulang kali dibujuk oleh seseorang yang mengaku sebagai “leader” BLN.
“Saya korban BLN. Saya guru 41 tahun masa kerja, menikmati pensiun di Solo baru 4 tahun. Dirayu sama leader BLN ini sebenarnya saya nggak mau, tapi didatengin terus Bapak. Didatengin, didatengin, didatengin, mungkin kaya hipnoterapi gitu,” kata Sunarsih kepada Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.
Bujukan yang terus-menerus itu akhirnya membuat Sunarsih luluh. Ia pun mencairkan dana pensiunnya dalam jumlah besar untuk diinvestasikan dalam program yang ditawarkan koperasi tersebut.
“Dalam 2 jam cair Rp368 juta. Rp300 juta masukin di BLN. Saya belum ngeh [sadar] Bapak, setelah 2 bulan saya, [mulai merasa janggal] ‘Loh kok aku nggak terima gaji?” ucap Sunarsih.
Kecurigaan mulai muncul setelah dana pensiun yang biasanya ia terima tidak lagi masuk. Ia kemudian menceritakan hal tersebut kepada suaminya yang pernah bekerja sebagai auditor.
“Saya lapor sama suami saya, aku begini Rp300 juta. Suami saya dulu auditor, Bapak. [Selang] 19 hari kemudian meninggal Bapak. Suami saya meninggal,” katanya.
Sunarsih menjelaskan bahwa ia mulai menanamkan dana dalam investasi tersebut pada Februari 2025. Namun beberapa bulan kemudian ia baru menyadari bahwa dana pensiunnya tidak lagi diterima.
“Jadi saya mulai masuk itu Februari. Terus Maret, April saya belum ngeh banget. Akhirnya setelah saya sadar, aku Mei. Itu tahun 25 [2025]. Nanti sampai tahun 2039 aku nggak dapet pensiun,” tuturnya.
Setelah memahami bahwa dirinya kemungkinan menjadi korban penipuan, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Surakarta.
“Saya langsung sadar, saya langsung saya ke Polresta Surakarta, Bapak. Saya langsung pengaduan. Saya nggak nanya siapa-siapa, saya merasa ditipu. Ini mesti orang penipu,” ujarnya.
Setahun bertahan hidup tanpa gaji
Akibat kejadian tersebut, Sunarsih mengaku kehilangan sumber penghasilan. Selama setahun terakhir ia tidak menerima dana pensiun maupun keuntungan dari investasi yang diikutinya.
“Saya pensiunan nol. Terus dari BLN-nya nol. Ini sudah berjalan 1 tahun saya nggak dapat apa-apa. Untung ada temen yang ngasih makan, udah kamu ngelap-ngelap aja. Saya pensiunan 4C Bapak, [dulu] guru sekarang jadi kerja ngelap-ngelap hanya dikasih makan,” tutur Sunarsih.
Belakangan ia mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Dalam sebuah grup komunikasi, ia menemukan banyak pensiunan lain yang mengalami hal serupa, mulai dari pensiunan polisi, tentara, hingga guru.
“Itu ternyata setelah saya di grup itu kok bukan hanya saya sendiri. Saya agak ayem, banyak temennya kayak gitu. Pensiunan polisi, pensiunan tentara, pensiunan guru. Saya ketemu dengan para pensiunan korban sama saya, saya agak seneng gitu,” katanya.
Di akhir kesaksiannya, Sunarsih berharap para pensiunan korban bisa kembali memperoleh hak mereka agar tetap dapat menjalani hidup dengan layak.
“Tapi kayak gitu saya mohon Yang Mulia gimana supaya pensiunan ini mau bagaimana lagi, apa saya harus siap mati? Jadi saya mohon bantuannya kalau perlu uang pensiun itu bisa berjalan lagi supaya pejuang-pejuang ini bisa hidup kembali,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply