Gawat! Abu Anak Krakatau Kepung Jabodetabek, Sekolah Bakal PJJ?

Ilustrasi: Beragam upaya agar siswa bisa belajar secara daring. (Ist.)
Sekolah online (KalderaNews/Ist.)
Sharing for Empowerment

Abu vulkanik Anak Krakatau capai Jabodetabek! Pemerintah kaji opsi PJJ bagi sekolah berdasarkan tingkat polusi udara daerah.

JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah pusat tengah mengkaji secara ketat kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa hingga Minggu (6/9/2026), belum ada keputusan serentak untuk menghentikan aktivitas sekolah tatap muka.

BACA JUGA:

Kebijakan PJJ bersifat fleksibel dan akan ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah berdasarkan Indikator Kualitas Udara.

PJJ Mengacu pada Tingkat Polusi Udara

Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta instansi terkait untuk memantau situasi di lapangan.

  • Evaluasi Berdasarkan Risiko: Kebijakan ini merujuk pada skenario penanganan bencana kebakaran hutan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera, di mana PJJ diaktifkan jika indikator polusi udara telah menyentuh level berbahaya.
  • Wewenang Pemerintah Daerah: “Apabila memenuhi atau sampai pada kriteria yang sudah berbahaya, maka diberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk melakukan pendidikan jarak jauh atau pembelajaran online,” tegas Qodari.

Instruksi Presiden Prabowo untuk Warga Terdampak

Di tengah eskalasi aktivitas vulkanik ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Kepala Negara menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bersiap dan mengimbau warga menjalankan langkah penanganan berikut:

  1. Proteksi Diri: Gunakan masker penutup hidung-mulut dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
  2. Amankan Hunian: Tutup rapat seluruh jendela, pintu, serta tempat penampungan air bersih dari paparan debu.
  3. Sanitasi dan Hidrasi: Segera cuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar, serta perbanyak konsumsi air putih.

Warga yang mengalami kendala kesehatan atau membutuhkan bantuan darurat akibat paparan abu vulkanik diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat resmi setempat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


82 views