
Misteri Selat Sunda! Tim SAR resmi hentikan pencarian 5 jurnalis & 3 kru kapal Arupadhatu I usai 10 hari nihil hasil.
BANTEN, KalderaNews.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal wisata Arupadhatu I yang membawa rombongan lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu (guide) resmi dihentikan oleh tim SAR gabungan pada Kamis (17/9/2026).
Keputusan berat ini diambil di Posko SAR Carita, Pandeglang, setelah pencarian intensif selama 10 hari—termasuk masa perpanjangan selama tiga hari—tidak membuahkan hasil.
BACA JUGA:
- Inilah 5 Jurnalis dan 2 Awak Kapal yang Hilang di Selat Sunda Saat Liput Erupsi
- Waspada! Potensi Erupsi Dahsyat Gunung Anak Krakatau Seperti 1883
- Viral Air Laut Surut Dekat Anak Krakatau, BMKG Tegaskan Bukan Tanda Tsunami
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa evaluasi tim menunjukkan tidak ditemukannya tanda-tanda atau keberadaan fisik dari kapal maupun delapan orang penumpang di dalamnya.
13 Objek Ditemukan, Namun Tidak Terkait Arupadhatu I
Selama operasi penyisiran melalui jalur laut dan udara di Perairan Selat Sunda, tim gabungan sempat mengamankan sebanyak 13 material objek. Objek-objek tersebut di antaranya meliputi:
- Life jacket (pelampung)
- Terpal
- Helm
- Galon air
Namun, setelah diserahkan dan diteliti secara mendalam oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, seluruh temuan tersebut dipastikan tidak memiliki hubungan atau keterkaitan dengan kapal Arupadhatu I.
Tidak adanya petunjuk material yang valid menjadi salah satu alasan operasi dinilai sudah tidak efektif untuk dilanjutkan secara langsung.
Status Pencarian Berubah Menjadi Pemantauan Pasif
Kendati operasi gabungan resmi ditutup, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa penanganan kasus hilang kontak ini tidak berhenti total. Pihaknya mengalihkan strategi dari pencarian aktif menjadi pemantauan pasif (pemapelan).
- Koordinasi Pemantauan: Pemantauan dilakukan melalui Stasiun Radio Pemancar Ortogonal (SROP), Vessel Traffic Services (VTS), jaringan Lanal, serta patroli rutin Polairud.
- Ujung Tombak Informasi: Kapal-kapal niaga maupun nelayan yang melintas di kawasan perairan Selat Sunda diimbau menjadi ujung tombak untuk segera melaporkan jika menemukan petunjuk baru.
- Pembukaan Kembali Operasi SAR: Apabila di kemudian hari ditemukan bukti atau informasi valid terkait keberadaan Arupadhatu I, operasi SAR akan langsung dinyatakan dibuka kembali.
Hingga saat ini, penyebab dan keberadaan kapal Arupadhatu I beserta delapan penumpang yang berencana meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut masih menjadi misteri di perairan Selat Sunda.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply