Viral! SD Hampir Roboh, Malah Dapat Bantuan TV, Warganet: Puncak Komedi

SDN Mboeng di NTT mendapat bantuan TV layar sentuh meski kondisi bangunannya memprihatinkan (Kalderanews.com/Tangkapan layar Instagram @alwijo)
Sharing for Empowerment

Kondisi SDN Mboeng di Manggarai Timur, NTT, menjadi sorotan. Sekolah hampir roboh, tetapi bantuan yang datang justru TV layar sentuh.

JAKARTA, KalderaNews.com– Video yang menyoroti dugaan ketidaksesuaian bantuan pendidikan pemerintah kembali menjadi perhatian di media sosial.

Konten video tersebut diunggah oleh kreator bernama Alwi Johan melalui akun Instagram @alwijo. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan kondisi sebuah sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam video itu, Alwi menunjukkan kondisi SDN Mboeng yang berada di Kecamatan Elar, Manggarai Timur, Flores, NTT.

BACA JUGA:

Bangunan sekolah tersebut disebut telah mengalami kerusakan dan berada dalam kondisi memprihatinkan sejak 2008 tanpa pernah mendapatkan renovasi.

Bangunan Sekolah Masih Memprihatinkan dan Belum Dialiri Listrik

Sejumlah bagian bangunan terlihat menggunakan material bambu yang telah mengalami kerusakan. Kondisi lantai sekolah juga masih berupa tanah sehingga kondisi sarana pendidikan tersebut dinilai membutuhkan perhatian.

Namun, di tengah kondisi bangunan yang nyaris roboh, sekolah tersebut justru menerima bantuan berupa TV layar sentuh atau interactive flat panel.

“Kebayang nggak, di sekolah yang hampir rubuh, pemerintah kita malah menyediakan tv layar sentuh!” begitu bunyi narasi video yang diunggah Alwi di akun Instagram @alwijo pada Minggu, 6 September 2026.

Persoalan lain muncul karena perangkat tersebut ternyata tidak dapat digunakan secara optimal. Desa tempat SDN Mboeng berada disebut belum mendapatkan aliran listrik.

“Listrik belum ada, tapi TV sebesar ini sudah ada,” kata Alwi dalam video.

Pihak sekolah sebenarnya telah mencoba mengoperasikan TV layar sentuh tersebut menggunakan generator diesel. Namun, upaya itu tidak berhasil karena kebutuhan daya perangkat tersebut cukup besar.

Warganet Soroti Bantuan TV yang Dinilai Kurang Tepat Sasara

Unggahan Alwi kemudian menuai banyak perhatian dari pengguna Instagram. Hingga artikel ini diterbitkan, video tersebut telah memperoleh lebih dari 191 ribu tanda suka dan mendapatkan lebih dari 7 ribu komentar.

Banyak pengguna Instagram menyoroti kondisi sekolah yang dinilai membutuhkan bantuan pembangunan, tetapi justru menerima perangkat elektronik yang belum dapat digunakan karena keterbatasan listrik.

Akun Instagram @jeromepolin bahkan menyebut situasi tersebut sebagai bentuk kurangnya perhatian terhadap skala prioritas dalam pemberian bantuan.

“Puncak komedi😭💔

Komentar serupa disampaikan warganet lain yang menilai bantuan TV layar sentuh tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Salah seorang pengguna Instagram menyoroti kondisi bangunan yang sudah hampir roboh, sementara fasilitas listrik di wilayah tersebut juga belum tersedia.

“Innalillahi, itu sekolah udah mau rubuh lho, malah dikasi tv segede gaban dan kocaknya listrik aja belum masuk kesitu😭😭😭😭😭”

Warganet lainnya juga mempertanyakan dasar pemberian bantuan tersebut. Mereka menilai kebijakan pendidikan seharusnya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

“Parah. Bukti nyata bikin kebijakan tanpa data”

Ada pula warganet yang berpendapat bahwa perangkat TV tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang lebih mendesak, seperti memperbaiki bangunan.

“jual aja yuk tvnya, buat benerin dinding bangunan 1 kelas 😭😭😭😭”

Kritik lain menyoroti dugaan kurangnya riset sebelum program bantuan diterapkan. Salah seorang warganet mengibaratkan pemberian bantuan tersebut seperti memberikan obat yang tidak sesuai dengan penyakit.

“Ini program emang nampak tidak ada riset kebutuhan­nya. Sakitnya apa, obatnya apa. Seperti orang sakit kepala, tapi dikasihnya obat sakit mules.”

Tidak hanya menyoroti kondisi di daerah 3T, warganet tersebut juga mempertanyakan urgensi program serupa di wilayah lain.

“Bagaimana dengan daerah lain? Tidak hanya di daerah 3T, di pusat-pusat kota pun urgensinya apa juga kurang jelas.”

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


40 views