Parah, Nih! Akibat Sakit Hati karena Sering Dibully, Santri Nekat Bakar Pesantren di Aceh Besar

Ilustrasi pembakaran (Ist).
Ilustrasi pembakaran (Ist).
Sharing for Empowerment

ACEH BESAR, KalderaNews.com – Kebakaran di Pesantren Babul Maghfirah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (31/10) lalu ternyata diduga dipicu oleh tindakan seorang santri yang kerap menjadi korban perundungan.

Diketahui bahwa seorang santri kelas 12 sering menjadi korban ejekan dan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya. Hal ini diungkapkan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono.

Pelaku yang masih di bawah umur itu dikabarkan melampiaskan rasa marah akibat sering dibully dengan cara membakar pesantren tempat ia menimba ilmu.

BACA JUGA:

Aksi bakar pesantren terekam CCTV

Aksi nekat tersebut terekam oleh kamera CCTV milik pesantren. Dalam rekaman, tampak pelaku membakar kabel dan triplek di lantai dua asrama putra hingga api dengan cepat merambat dan menghanguskan sebagian bangunan pesantren.

Kebakaran itu menghanguskan asrama putra dan kantin di kompleks pesantren. Setelah melakukan aksinya, pelaku diketahui melarikan diri menuju rumah orang tuanya. Menurut Joko,

“Motif dari tersangka melakukan pembakaran ini adalah karena sakit hati sama temannya, dia sering dibully, diejek oleh teman-teman santri,” ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa ini murni dipicu oleh masalah pribadi dan tidak terkait dengan faktor lain.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sering mendapat ejekan seperti disebut idiot dan tolol oleh teman-teman sekelasnya.

Tidak kuat menahan tekanan psikologis akibat perlakuan itu, pelaku akhirnya melampiaskan amarah dengan membakar bangunan pesantren.

Walaupun tidak ada korban jiwa, pihak pesantren mengalami kerugian cukup besar akibat kebakaran yang menghanguskan sebagian fasilitasnya.

“Ini murni karena faktor sakit hati. Perundungan bukan terjadi di hari itu saja, tapi sudah sering terjadi. Jadi mungkin semakin hari semakin besar,” ujar Joko menambahkan.

Ia juga mengatakan bahwa pelaku tidak pernah melaporkan tindakan perundungan yang dialaminya kepada pihak pengelola pesantren, kemungkinan karena rasa takut.

“Sepertinya tersangka ini mungkin takut. Perkiraan saya dia takut untuk melaporkan, tapi nanti kita perdalam lagi,” jelasnya.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.49 WIB di asrama putra Pondok Pesantren Babul Maghfirah yang dipimpin oleh Teungku H Masrul Aidi (55), di Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*