Sosok Wili Mbuik, ASN yang Tewas Ditembak KKB Papua, Lulusan Undana

Sosok Wili Mbuik, ASN yang Tewas Ditembak KKB Papua, Alumnus Undana
Sharing for Empowerment

Wili Mbuik, alumnus Undana, tewas ditembak KKB saat menyalurkan bantuan di Jayawijaya. Ini profil dan perjalanan pengabdiannya.

JAKARTA, KalderaNews.com- Wili Mbuik (24), aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menjadi salah satu korban tewas dalam penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (9/9/2026).

Wili menjadi korban ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya hendak menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kampung Muliama.

Dalam kejadian tersebut, dua orang lainnya turut meninggal dunia, yakni drh Alfonsius Albinus Meha (35) dan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Aprida Rafi (49).

BACA JUGA:

Wili sempat mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dan dilarikan ke RSUD Wamena. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Sementara itu, Alfonsius mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan tangan kiri hingga meninggal di lokasi kejadian. Aprida juga meninggal di tempat setelah mengalami luka tembak pada bagian perut.

Sosok Wili Mbuik, Alumnus Undana dengan Predikat Dengan Pujian

Wili Mbuik merupakan putra daerah asal Mbaoen, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia lahir pada 29 November 2001 dan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis.

Dalam Buku Wisuda Undana September 2023, Wili tercatat menyelesaikan pendidikan selama empat tahun. Ia meraih gelar Sarjana Pertanian (S.P.) dengan IPK 3,55 dan predikat Dengan Pujian.

Namanya juga tercatat dalam dokumen penerimaan mahasiswa Undana tahun 2019. Saat itu, Wili diterima di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian melalui jalur Bidikmisi.

Selama menjadi mahasiswa, Wili tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Namanya tercatat sebagai salah satu mahasiswa Undana yang mengikuti KKN di Desa Uluawe I, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.

Wili juga pernah terlibat dalam penelitian bersama sejumlah dosen Undana. Salah satu karya ilmiahnya membahas analisis pendapatan dan kelayakan usaha jamur tiram putih yang diterbitkan dalam Buletin Ilmiah IMPAS pada 2023.

Lulus Kuliah, Mengabdi sebagai ASN di Papua

Setelah menyelesaikan pendidikan di Undana, Wili melanjutkan perjalanan kariernya ke Papua. Ia mengikuti seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada 2024.

Dalam dokumen resmi hasil seleksi kompetensi dasar CPNS Pemkab Jayawijaya, nama Wili tercatat sebagai peserta untuk formasi Dinas Pertanian. Ia diterima pada jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama melalui formasi umum non-OAP.

Perjalanan Wili dari NTT ke Papua menjadi gambaran pengabdian seorang anak daerah yang setelah menyelesaikan pendidikan tinggi memilih bekerja dan mengabdikan ilmunya di daerah lain.

Namun, pengabdiannya di Papua berakhir ketika ia menjadi korban penembakan saat menjalankan tugas bersama rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Momen Video Call dengan Ayah Kembali Viral

Di tengah kabar duka tersebut, video lama Wili saat melakukan video call dengan sang ayah kembali menjadi perhatian publik.

Video itu memperlihatkan momen ketika Wili menerima kabar bahwa dirinya berhasil menjadi PNS di Papua. Dalam percakapan tersebut, Wili tampak mengusap air mata haru saat berbicara dengan ayahnya.

Dalam unggahan tersebut, Wili menuliskan pesan dari sang ayah yang mengingatkannya untuk tetap rendah hati selama menjalankan pengabdian di tanah Papua.

“Seporsi berkat untuk bapakku sayang. Bapak bilang “beta suruh lu pi Papua 2 bulan sekarang su terima SK CPNS artinya akan mengabdi bertahun-tahun, tetap rendah hati di tanah orang”

Momen tersebut kemudian terasa semakin mengharukan karena menjadi salah satu kenangan terakhir Wili bersama ayahnya sebelum meninggal dunia.

Sejumlah warganet turut menyampaikan rasa duka dan doa untuk keluarga Wili.

“Tuhan Yesus peluk dan hibur orgtua serta semua keluarga yg berduka,” tulis @we***u.

“Sayang sekali, pasti sakit banget yang dirasakan orangtuanya. Semoga Tuhan memberikan penghiburan & kekuatan bagi orangtua beserta keluarga yang ditinggalkan, Amin,” tulis @hon***ra.

“Semoga tenang ya Allah dan keluarga diberikan penghiburan aamiin,” tulis @na***3.

Jenazah Wili Tiba di NTT

Jenazah Wili tiba di Kupang, NTT, pada Jumat (11/9/2026) pagi menggunakan pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 06.40 WITA.

Kedatangan jenazah disambut keluarga, kerabat, dan sejumlah pihak di area kargo Bandara El Tari Kupang. Suasana duka menyelimuti proses penjemputan jenazah yang tiba dalam peti berbalut bendera Merah Putih.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir menjemput jenazah Wili. Johni bahkan memimpin penghormatan terakhir ketika peti jenazah hendak dibawa keluar dari area kargo.

Setelah dari bandara, jenazah Wili dibawa menuju Pelabuhan Tenau Kupang untuk melanjutkan perjalanan laut ke Busalangga Barat, Kabupaten Rote Ndao. Wili akan dimakamkan di kampung halamannya.

Paman Wili, Yohanes Baba, menyampaikan kesedihan keluarga atas kepergian Wili. Ia juga berharap aparat keamanan segera menangkap para pelaku penembakan.”Kami kehilangan anak yang kami sayangi dan kami banggakan. Kami merasa sedih. Kejadian ini sangat menyusahkan dan menyedihkan,” kata Yohanes.

Ia berharap proses penegakan hukum terhadap pelaku dapat dilakukan sehingga kematian Wili tidak berlalu tanpa pertanggungjawaban.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


50 views