Pomodoro, Teknik Manajemen Waktu di Saat Pandemi Corona yang Milenialis Wajib Tahu




Pomodoro, teknik mengelola waktu dari Italia (Wikipedia)

JAKARTA, KalderaNews.com — Mengelola waktu di masa pandemi corona gampang-gampang susah. Kamu yang stay at home, barangkali pernah mengalaminya. Tiba-tiba hari sudah sore, tetapi kamu merasa belum mengerjakan apa-apa. Sibuk tetapi tidak menyelesaikan satu target pun.

Pomodoro adalah teknik mengelola waktu dari Italia. Caranya sederhana, mudah namun efektif. Intinya, ia membantu kamu dapat fokus pada hal-hal penting, tanpa melewatkan hal-hal lain yang juga penting.

Teknik ini saat ini sudah dipakai lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia. Penemunya seorang Italia bernama Francesco Cirillo, pada akhir tahun 1980-an.

Pada prinsipnya, Pomodoro mengajarkan kita untuk memilih satu target pekerjaan yang kita anggap penting pada satu hari itu, dan berfokus menyelesaikannya tanpa diganggu oleh hal lain. Agar tidak melelahkan, bagilah pengerjaan tugas itu dalam interval waktu. Setiap satu interval waktu disebut Pomodoro.

Misalnya, (ini yang paling banyak dipilih), 25 menit. Maka setiap 25 menit, disebut satu Pomodoro. Setiap satu Pomodoro selesai, ambillah waktu untuk rehat sejenak, untuk kemudian melanjutkannya pada 25 menit selanjutnya. Demikian seterusnya.

BACA JUGA:

4 Langkah Paling Sehat Cara Buka Puasa Saat Ramadhan

Pomodoro berasal dari Bahasa Italia. Artinya tomat. Nama ini dipakai karena bentuk timer yang dipakai Cirillo bentuknya seperti tomat.

Tertarik untuk mempraktikkannya? Begini langkah-langkah praktisnya.

  1. Pilih pekerjaan yang akan kamu lakukan. Misalnya, menyelesaikan makalah untuk mata kuliah X.
  2. Tetapkan interval waktu yang menjadi Pomodoro kamu. Misalnya, 25 menit. Aplikasi Pomodoro timer dapat kamu unduh dari berbagai sumber. Tekadkan dalam diri bahwa “Saya akan memakai 25 menit pertama untuk menyelesaikan makalah ini tanpa mau diinterupsi oleh apa pun. Saya pasti bisa.”
  3. Kerjakanlah tugas tersebut sampai 25 menit pertama habis. Apa pun godaan yang mengganggu, jangan hiraukan. Atau jika di tengah perjalanan kamu merasa ada interupsi yang tidak dapat kamu tinggalkan, catatlah di sebuah kertas catatan. Atau jika hal itu kamu anggap dapat kamu kerjakan pada waktu lain, juga dapat kamu buatkan catatan di kertas yang sama. Kamu juga dapat membuat kategori interupsi itu. Mulai dari kategori urgen (berarti harus diprioritaskan), bisa ditunda, atau mengharuskan kamu melakukan aksi tertentu, misalnya menelepon untuk menegosiasikannya.
  4. Ketika timer berbunyi untuk 25 menit pertama, saatnya kamu berhenti. Lalu tandai sampai dimana kamu telah mengerjakan tugas yang sedang kamu ingin selesaikan. Ambil rehat sejenak. Misalnya dengan berjalan-jalan di dalam rumah. Atau meneguk kopi.
  5. Setelah rehat lanjutkan lagi mengerjakan tugas yang tadi sudah kamu mulai. Kali ini kamu memasuki 25 menit kedua. Janji seperti pada 25 menit pertama tadi tetap berlaku. Kamu akan berfokus mengerjakan tugas ini tanpa mau diinterupsi oleh apa pun.
  6. Setiap selesai 25 menit, ambil rehat sebentar. Setiap menyelesaikan 4 kali pomodoro (atau 4 x 25 menit), ambil rehat yang agak lebih panjang.

Demikianlah seterusnya sampai kamu dapat menyelesaikan pekerjaan yang telah kamu tetapkan sebagai prioritas. Di akhir hari, kamu akan tahu berapa Pomodoro kamu dapat menyelesaikan satu pekerjaan. Itu artinya, berapa lama waktu kamu dapat mengerjakan satu pekerjaan tanpa interupsi.

Atau, jika kamu ternyata tidak berhasil melawan interupsi tersebut, kamu bisa melihat catatan kamu. Interupsi jenis apa yang membuat kamu tidak dapat fokus. Apakah interupsi itu memang benar-benar tidak dapat ditinggalkan, atau memang hal-hal yang seharusnya bisa kamu lawan?

Dari hal itu kamu dapat mengevaluasi diri tentang efektifitas waktu yang kamu perlukan untuk mengerjakan hal serupa di masa mendatang.

Selain itu, jangan lupa mengecek catatan-catatan lainnya, yakni hal-hal penting yang kamu ‘korbankan’ untuk mengerjakan hal penting yang kamu prioritaskan. Kamu dapat mengevaluasinya, dan mengerjakannya pada giliran berikutnya.

Semakin kamu dapat mengelola waktu dengan teknik Pomodoro, kamu juga akan semakin dapat menyesuaikan waktu yang kamu perlukan. Misalnya, dengan semakin baiknya kamu menguasai fokus dalam bekerja, mungkin untuk satu interval waktu tidak lagi 25 menit, namun dapat kamu tambah menjadi 45 menit atau bahkan 60 menit. Dengan demikian pengelolaan waktu kamu semakin efisien.
Selamat mencoba.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*