Kenakan Baju Adat Suku Madura Pesa’an, Menag Heran Indonesia Belum Diizinkan Masuk Saudi




Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (KalderaNews/Dok. Kemenag)

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terlihat gagah mengenakan baju Pesa’an saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Pancasila Kompleks Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 2021.

Mengenakan baju dan celana hitam yang dipadu dengan kaus bergaris merah putih serta balutan odheng di kepala serta selempang batik merah khas Madura yang menempel di pundak kanannya menambah pesona serta kewibawaan Menag.

Untuk melengkapi piranti Pesa’an, Menag Yaqut juga memakai sabuk besar warna hijau yang melingkar ketat di pinggangnya.

BACA JUGA:

Menag Yaqut mengaku sengaja memilih baju adat suku Madura karena menilai pakaian tersebut mudah dipakai sekaligus kaya akan nilai filosofinya. Baju adat Pesa’an, menurut Menag, adalah paduan sederhana antara baju, celana dan kaus bergaris.

“Dari kemudahan mendapatkannya itu saya menilai bahwa baju adat Pesa’an ini adalah melambangkan makna kesederhanaan. Artinya, siapapun bisa membeli untuk dipakai dengan harga yang tidak mahal. Ini juga melambangkan sikap apa adanya orang Madura,” ujar Menag Yaqut.

Selain mudah untuk mendapatkannya, alasan Menag Yaqut memakai baju Pesa’an adalah karena di dalamnya melambangkan kegigihan. Ini ditandai dengan warna dominan hitam di baju adat ini.

“Kita semua tahu bahwa hitam umumnya kita maknai sebagai sifat yang gagah berani dan pantang menyerah atas berbagai rintangan yang datang, terutama saat pandemi Covid-19 ini,” tegasnya.

Selain itu, ada filosofi lain dalam baju adat ini yakni pentingnya bersikap tegas dan memiliki semangat juang yang tinggi. Hal itu tercermin dalam balutan kaus belang yang berwarna hitam merah atau merah putih. Ketegasan juga tercermin dalam warna merah, biru dan kuning yang terpadu dalam motif batik Madura.

Secara khusus pada Hari Lahir Pancasila ia mengutarakan kegundahannya terkait Otoritas penerbangan Saudi baru saja memberikan izin masuk untuk 11 negara, yaitu: Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swissm namun tidak ada Indonesia di dalamnya.

“Penanganan Covid saya kira menjadi isu penting. Penanganan Covid di Indonesia termasuk relatif bagus. Saya belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi,” kata Gus Yaqut di Jakarta, Selasa, 1 Mei 2021.

Menurut Menag, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih lebih rendah dibanding sejumlah negara yang diizinkan masuk. Amerika Serikat bahkan menjadi negara dengan kasus tertinggi di dunia.

“Kalau diurutkan, USA tertinggi jumlah kasus Covid-19 di dunia. Perancis di urutan 8, Italia urutan 9, Jerman urutan 17, sementara Indonesia di urutan 19 jumlah kasus Covidnya,” terangnya.

“Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*