
JAKARTA, KalderaNews.com – Luput dari sorotan, ternyata ada seorang pemuda asal Ciamis, Deris Nagara yang jadi satu dari 100 pemuda yang bicara di PBB.
Tepatnya, pada peringatan Hari PBB, pada 24 Oktober 2022 lalu, Deris diundang untuk berdiskusi pada forum the United Nations Higher Education and Multilateralism: Academia Responding to Global Challenges.
BACA JUGA:
- Amanda Putri Rahmawati Resmi Jadi Ketua Umum FOS Jabar, Apa Saja Sih Tugasnya?
- Direktur Observatorium Bosscha Raih Penghargaan dari Royal Astronomical Society (RAS) 2023
- Keren, Siswa SD Asal NTT Sabet Juara International Abacus World Competition 2022
Kala itu, Deris juga tercatat sebagai Presiden Eksekutif Mahasiswa School of International and Public Affairs (SIPA) Columbia University, New York, Amerika Serikat.
Peduli pendidikan Indonesia
Saat berdiskusi di forum PBB, pria kelahiran 1997 ini mengajukan sejumlah poin penting menyangkut akses pendidikan tinggi di pedesaan dan wilayah tertinggal.
“Pada tahun 2021, sekitar 8,96 juta mahasiswa belajar di perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Sayangnya, beberapa infrastruktur pendidikan masih tertinggal dan kurang ideal untuk belajar. Sebagian orang tidak dapat mengakses pendidikan tinggi di masyarakat kita,” kata Deris.
Deris mengaku melihat secara langsung ada kesenjangan kualitas dan infrastruktur pendidikan di Indonesia.
Sejak 2013, Deris mengaku tertarik dengan transformasi pendidikan dan kebijakannya. Pemuda Ciamis itu menuangkan ketertarikannya itu melalui sejumlah wadah.
“Saya mendedikasikan hidup saya untuk pemberdayaan pemuda, CommDev, dan advokasi pendidikan selama lebih dari 9 tahun melalui PAMOKA, GENRE, dan pemerintah daerah,” katanya dalam unggahan di akun Instagram pribadi.
Deris menyebut menyaksikan secara langsung berbagai isu pembangunan mutu pendidikan, baik dalam taraf pendidik maupun peserta didik.
“Tujuan saya adalah untuk mempromosikan inklusivitas dan pembangunan manusia, khususnya implementasi SDGs di provinsi Jawa Barat, terutama di bidang sosial budaya, kebijakan pendidikan, dan pembangunan ekonomi daerah melalui transformasi pendidikan, pemberdayaan pemuda dan program pengembangan masyarakat,” tulisnya.
Pelajar berprestasi
Deris kembali ke gedung PBB untuk ikut berdiskusi dalam forum Economic and Social Council Partnership Forum 2023, 31 Januari 2023.
Lalu, pada 8 Februari 2023, Deris akan berpartisipasi pada forum United Nations Open Science Conference 2023.
Deris lahir di Bandung pada 4 Mei 1997, tapi tumbuh besar di Ciamis, mulai dari TK hingga SMA.
Beragam prestasi ia raih, baik secara akademik maupun non-akademik. Prestasi itu pun mengantar Deris bisa mencicipi pendidikan di luar negeri.
Saat duduk di bangku SMP, Deris telah mengikuti pertukaran pelajar ke Malaysia. Pun kala di SMA, Deris ikuti pertukaran pelajar ke Australia.
Deris mendapatkan beasiswa penuh kuliah S1 di President University. Ia juga studi di Belanda dan magang di sana.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!


Leave a Reply