
LONDON, KalderaNews.com – Berkenaan dengan projek pengembangan science techno park yang tengah berjalan di Indonesia, Mendikbudristek dalam kunjungan kerjanya ke Inggris melakukan visitasi ke Cambridge Science Park pada Rabu , 10 Mei 2023.
Cambridge Science Park merupakan science park yang tertua di London, pertama kali dikembangkan pada 1970 oleh Trinity College.
Tempat tersebut menjadi rumah bagi ratusan institusi bisnis besar maupun start-up yang dikembangkan oleh sivitas akademika Universitas Cambridge.
BACA JUGA:
- UNITRI Resmikan Sciencetechnopark Saat Kampus Lain Sulit Memilikinya
- Museum Manusia Purba Sangiran Diwacanakan Kayak Jurassic Park Hingga Flinstone
- Asyik, Rumah Hutan Tropis Khas Indonesia Kini Ada di Tierpark Berlin Jerman
Tiba di lokasi Cambridge Science Park, Mendikbudristek disambut oleh Jane Hutchins, Director of Operations and Communications Cambridge Science Park dan David Chaplin, General Manager Bio-Innovation Centre TusPark.
Pada sesi ramah tamah, Mendikbudristek menjelaskan dalam semangat transformasi, Indonesia juga tengah mendirikan techno park yang menjadi wadah riset kolaboratif.
Pada kesempatan yang sama, Jane Hutchin dan David Chaplin menjelaskan sejarah dan perjalanan perkembangan Cambridge Science Park sejak awal pendiriannya sampai hari ini.
Setelah menutup penjelasannya, Jane dan David mengajak Menteri Nadiem untuk mengunjungi tenant bisnis di Cambridge Science Park. Dalam visitasi tersebut, Mendikbudristek bertemu dengan direktur utama dua start-up rintisan yang mengedepankan proses bisnis yang hijau, berkelanjutan, dan etikal, yaitu Immaterial dan Xampla.
Immaterial berfokus pada pembuatan bahan baku dekarbonisasi nanomaterial yang mampu mengurangi biaya untuk memisahkan, menyimpan, dan memindahkan sumber daya gas. Sementara itu, Xampla berfokus pada produksi bahan-bahan alami dan biodegradable sebagai pengganti plastik. Kedua start-up tersebut dikembangkan oleh sivitas akademika Universitas Cambridge dan melakukan semua aktivitas penelitian dan pengembangan sampai produksi di Cambridge Science Park.
“Menarik sekali bagaimana sivitas akademika di Universitas Cambridge memiliki otonomi dan keleluasaan dalam bekerja dan berkarya. Misalnya seorang dosen bisa tetap menjalankan tugasnya sebagai pengajar sembari melakukan penelitian dan mengembangkan startup di sini. Hal inilah yang akan kita dorong di Indonesia dengan Kampus Merdeka,” tukas Menteri Nadiem di sela-sela kunjungannya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply