
JAKARTA, KalderaNews.com – Mantan Mendikbud, Mohammad Nuh menyoroti kebijakan anggaran pendidikan 2024 yang sebagian besar dialokasikan untuk dana desa. Kok bisa?
Hal itu ia ungkapan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR di Gedung DPR RI, pekan lalu.
BACA JUGA:
- Waduh, 11 Dosen Universitas Lambung Mangkurat Diduga Rekayasa Syarat Permohonan Guru Besar
- Ramai-ramai Pejabat Jadi Guru Besar, Ada yang Janggal?
- Viral! Jasa Joki Strava Mulai Rp 2000 per Kilometer
Lurah ngurusi pendidikan?
Nuh menyatakan, pemerintah menganggarkan Rp 665,02 triliun atau sebesar 20 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024.
Tetapi, sebanyak 52 persen atau sekitar Rp 346 triliun justru dialokasikan untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD).
“Saya terus terang yang paling penasaran mulai kapan masuk dana desa di dalam anggaran pendidikan? Mulai kapan? Dan isinya apa?” katanya.
“Kalau lurah, ya kan lurah ujungnya, kalau dana desa kan lurah. Ngurusi apa di pendidikannya itu? Ini tidak bisa kita berargumen secara politik, tidak bisa,” imbuhnya.
Maka, lanjaut Nuh, pemerintah perlu segera menjelaskan secara rinci alasan mengalokasikan 52 persen anggaran pendidikan untuk dana desa.
Tetapi, bukan dengan dalih-dalih politis, dia meminta argumen dan jawaban jujur dari hati nurani.
Anggaran pendidikan untuk siapa?
“Kita tidak perlu berkilah mencari argumen demi ini atau itu. Mohon dengan jujur, sebenarnya anggaran pendidikan untuk siapa sih?” tegas Nuh.
Ia juga menanyakan siapa pengguna serta nilai riil anggaran yang dipakai untuk keperluan pendidikan.
Dia berharap seluruh pihak yang terlibat untuk bertobat jika terbukti anggaran ini tidak digunakan sesuai dengan tujuan awal.
Katanya, pemerintah bisa jujur jika memang mengalami kekurangan untuk pos anggaran lain dan meminta izin bila memang terpaksa menggunakan dana pendidikan.
“Minta izin. Tapi kalau tidak kan akhirnya apa? Akhirnya komplikasi di dunia pendidikan karena kekurangan sumber, mulai UKT, sekolah rusak, tidak tertangani dengan baik,” tutur Nuh.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply