
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan membatalkan rencana aksi demonstrasi mereka yang seharusnya digelar di Jakarta pada Selasa (2/8/2025).
Keputusan ini diambil setelah Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, mempertimbangkan situasi yang dinilai kurang kondusif di lapangan.
Alasan Pembatalan: Situasi di Lapangan Tidak Kondusif
Dalam keterangannya pada Senin (1/9/2025) malam, Muhammad Ikram mengungkapkan bahwa salah satu pertimbangan utama adalah melihat situasi di Jakarta dan beberapa daerah lain yang semakin “abstrak dan tidak kondusif” akibat banyaknya kerusuhan.
BACA JUGA:
- Inilah Detik-Detik Unisba dan Unpas Dibombardir Gas Air Mata: Satpam, Mahasiswa Hingga Relawan Jadi Korban
- Siap-siap, Aliansi BEM SI Rencana Gelar Aksi Massa 2 September 2025
- 7 Orang Meninggal Dunia dalam Aksi 28–31 Agustus 2025, Siapa Saja?
“Itu adalah tindakan yang jauh dari harapan kami,” ujarnya.
Meskipun demikian, Ikram menegaskan bahwa pembatalan ini hanya bersifat sementara. Demo yang memprotes berbagai kebijakan pemerintah tetap akan digelar, namun menunggu momentum yang lebih tepat.
“Daripada itu kami memilih untuk mundur selangkah dan memastikan kalau tetap bakal ada aksi di waktu yang tepat guna tersampaikannya aspirasi dan keresahan ini dengan baik,” tutup Ikram.
Dengan demikian, para mahasiswa akan kembali mengkaji strategi dan waktu yang paling efektif untuk menyuarakan tuntutan mereka, demi menghindari kericuhan dan memastikan pesan yang dibawa bisa tersampaikan dengan baik.
Ini Lokasi Demo 7 Elemen Masyarakat di Jakarta pada 2 September 2025
Meski BEM SI membatalkan aksi demonya, sebanyak tujuh elemen masyarakat akan tetap menggelar unjuk rasa serentak di sejumlah titik di Jakarta Pusat pada Selasa (2/9/2025).
Aksi ini melibatkan berbagai kelompok dengan isu yang berbeda-beda, mulai dari dugaan pelanggaran hukum, transparansi dana, hingga masalah di sektor energi dan pendidikan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, membenarkan bahwa aksi-aksi tersebut sudah terdata oleh pihak kepolisian. “Total ada tujuh elemen dengan tujuh lokasi aksi yang sudah terdata hari ini,” ujarnya.
Empat Aksi di Kawasan Monas
Kawasan Silang Selatan Monas menjadi pusat dari empat unjuk rasa berbeda:
Komunitas Ojek Online Mahasiswa Indonesia (KOMI): Sekitar 100 peserta menyoroti dugaan tindakan represif anggota Brimob terhadap pengemudi ojek online.
Aliansi Rakyat Peduli Energi (ARPE): 15 peserta menuntut pembentukan tim investigasi independen terkait kontrak antara Pertamina dan Adaro.
Forum Ketua DPW Partai Berkarya: Sekitar 200 peserta memprotes lambannya pengesahan kepengurusan hasil Munas I Partai Berkarya oleh Kementerian Hukum.
Aliansi Taktis Aksi 177 URC Bergerak: Kelompok ini berkonvoi menuju Mako Brimob, Polres Jakarta Pusat, dan Kodim 0501 Jakpus dengan aksi “tebar sejuta mawar kebaikan”.
Unjuk Rasa di Lokasi Lain
Selain di Monas, tiga kelompok lainnya juga menggelar aksi di titik berbeda:
Pimpinan Cabang Kota Jakarta Pusat Pemuda Muslimin Indonesia: Berunjuk rasa di depan Bank Indonesia menuntut transparansi atas dugaan skandal dana CSR.
Mantan dosen Universitas Muhammadiyah Madiun: Menggelar aksi di depan Kementerian Dikti Saintek di Tanah Abang untuk mempersoalkan keberpihakan tim audit terkait kasus ijazah ilegal tahun 2022.
Aliansi Rakyat Peduli BUMN: Menggelar aksi di depan Kantor PT Pegadaian di Senen, menuntut pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Pegadaian terkait dugaan kredit mikro fiktif di Cabang Syariah Karina Batam.
Mengingat banyaknya aksi yang berlangsung secara bersamaan, aparat kepolisian telah disiagakan untuk memastikan semua unjuk rasa berjalan dengan tertib dan kondusif.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply