Harga Bitcoin Melonjak Tembus Rp1,17 Miliar Usai AS-Iran Damai

Kripto
Kripto (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

Bitcoin melesat ke level US$66.596 pasca-kesepakatan damai AS-Iran dan pembukaan Selat Hormuz. Pasar kini fokus menanti FOMC The Fed.

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Pasar aset kripto kembali bergairah setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir.

Harga mayoritas token utama, dipimpin oleh Bitcoin (BTC), bergerak menguat signifikan sebagai respons positif terhadap pengumuman mengejutkan mengenai perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

SIMAK JUGA: Apa Itu CFX10? Indeks Kripto Pertama di Indonesia

Sentimen geopolitik yang mereda ini sukses memicu aliran modal kembali masuk ke aset berisiko (risk-on asset) sekaligus mendongkrak optimisme pasar modal global.

Bitcoin Bangkit dari Level Terendah, Dekati US$66.500

Berdasarkan data real-time dari Coinmarketcap per Selasa (16/6/2026), Bitcoin mencatatkan penguatan sebesar 5,87% dalam sepekan terakhir. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini kini bertengger di harga US$66.596 atau setara dengan Rp1,17 miliar (menggunakan asumsi kurs Rupiah yang berada di level Rp17.708 per Dolar AS).

Pergerakan ini menandai fase rebound yang kuat bagi Bitcoin. Pasalnya pada perdagangan beberapa hari sebelumnya, harga BTC sempat merosot tajam hingga menyentuh level psikologis terendahnya di kisaran US$62.850.

Efek Domino Perjanjian Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

Lonjakan harga kripto ini dipicu oleh pernyataan resmi Presiden AS Donald Trump pada Minggu (14/6/2026). Ia mengonfirmasi bahwa pemerintah AS telah mencapai kesepakatan damai bilateral dengan Iran, yang rencananya akan ditandatangani secara formal pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kesepakatan ini membawa dampak masif bagi peta ekonomi dan jalur logistik energi dunia, salah satunya lewat jaminan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran vital perdagangan minyak global.

Meredanya tensi konflik di Timur Tengah ini langsung memicu pergeseran portofolio besar-besaran di pasar komoditas global:

  • Minyak Mentah (Crude Oil): Harga minyak mentah dunia langsung anjlok sebesar 5% ke level US$80 per barel pasca-pengumuman. Angka ini mencerminkan penurunan kumulatif hingga 33% dari level tertinggi awal Maret lalu yang sempat menyentuh US$120 per barel.
  • Emas (Gold): Menariknya, komoditas emas bergerak searah dengan Bitcoin. Harga logam mulia ini naik hampir 3% dalam waktu 24 jam dan diperdagangkan di atas level US$4.330 per troy ons.

Fokus Pasar Beralih Menanti Hasil FOMC Perdana Kevin Warsh

Meskipun sentimen geopolitik AS-Iran membawa angin segar, volatilitas pasar kripto diproyeksikan belum sepenuhnya mereda.

Para pelaku pasar global dilaporkan masih bersikap wait and see menanti hasil pertemuan komite kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) yang dijadwalkan pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pertemuan FOMC kali ini menarik perhatian besar karena menjadi momen debut perdana bagi Kevin Warsh yang baru saja menjabat sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) menggantikan pejabat sebelumnya.

Berdasarkan data proyeksi konsensus pasar saat ini, terdapat probabilitas sebesar 97% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan (federal funds rate) di level 3,50% hingga 3,75%.

Pengambilan keputusan moneter perdana dari Kevin Warsh ini dipastikan akan menjadi kompas penentu arah pergerakan likuiditas global dan aset kripto untuk kuartal berikutnya.

SIMAK JUGA: Bitcoin Ambruk ke US$61.000! Janji ‘Never Sell’ Michael Saylor Ingkar?

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


129 views