
Video siswa naik ambulans ke bank Lubuk Pakam saat mengurus PIP viral. Pihak bank luruskan informasi terkait kedatangan siswa.
LUBUK PAKAM, KalderaNews.com– Video seorang pelajar yang mendatangi Kantor Cabang BNI Lubuk Pakam menggunakan ambulans dan troli pasien untuk mengurus administrasi Program Indonesia Pintar (PIP) viral di media sosial.
Peristiwa itu memunculkan perhatian masyarakat sekaligus memicu pertanyaan mengenai prosedur layanan aktivasi rekening PIP di BNI.
Menanggapi viralnya video tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyampaikan klarifikasi.
BNI menegaskan bahwa keputusan membawa siswa yang sedang sakit ke kantor cabang bukan berasal dari permintaan ataupun arahan petugas bank.
BACA JUGA:
- Heboh Video Dugaan Penganiayaan Siswa MTs oleh Oknum Polisi di Bima
- Heboh Video Siswa MTs di Bondowoso Buang Nasi Program MBG
- Heboh! Pemilik Warung di Makassar Diduga Cabuli Puluhan Siswa SD
BNI mengaku sudah menyarankan keluarga menunggu hingga kondisi siswa membaik
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa sejak awal petugas telah memberikan informasi kepada keluarga siswa bahwa proses pendaftaran dan aktivasi rekening Program Indonesia Pintar tidak harus dilakukan secara terburu-buru.
Menurutnya, masa aktivasi rekening masih dibuka hingga akhir 2026 sehingga keluarga disarankan menunggu sampai kondisi kesehatan siswa membaik sebelum menyelesaikan administrasi.
Petugas juga telah menjelaskan bahwa aktivasi rekening dapat dilakukan di lain waktu. Namun, ketika keluarga kembali pada hari yang sama untuk melanjutkan proses tersebut, petugas memperbolehkan siswa tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan masuk ke kantor cabang.
“Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).
BNI menyatakan bahwa petugas tetap memberikan pendampingan kepada keluarga selama proses administrasi berlangsung. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, aktivasi rekening PIP siswa tersebut berhasil diselesaikan.
Okki juga menjelaskan bahwa BNI memiliki mekanisme layanan khusus bagi nasabah yang mengalami keterbatasan kesehatan maupun memiliki kebutuhan khusus.
Melalui mekanisme tersebut, keluarga dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang sesuai dapat dipersiapkan.
Layanan tersebut dapat dilakukan melalui pengaturan atau janji temu sebelumnya dengan tetap memperhatikan ketentuan, aspek keamanan, dan proses verifikasi.
“Untuk nasabah dengan kondisi tertentu, keluarga dapat terlebih dahulu berkoordinasi dengan kantor cabang agar bentuk pelayanan yang paling sesuai dapat dipersiapkan. Langkah ini penting agar proses layanan tetap berjalan aman, nyaman, dan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Okki.
Seluruh tahapan pendaftaran PIP siswa sudah selesai
BNI memastikan seluruh tahapan pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa tersebut kini telah selesai.
Menurut Okki, petugas memberikan pendampingan kepada keluarga sejak awal hingga seluruh proses administrasi berhasil dituntaskan.
“Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan,” katanya.
BNI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan sesuai ketentuan bagi seluruh nasabah, termasuk penerima manfaat program pemerintah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply