Kasus Bullying Terpa BPK Penabur School Kelapa Gading, Ada Indikasi Rekayasa Laporan dan CCTV yang Disembunyikan

Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) BPK PENABUR Jakarta
Sekolah BPK PENABUR Jakarta (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan BPK Penabur School, Kelapa Gading, Jakarta Utara, memasuki babak baru.

Wali murid korban, Novi, bersama rombongan keluarga, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan perwakilan Gereja GPIB mendatangi Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara Wilayah II pada Jumat (7/11/2025).

Kedatangan rombongan tersebut bertujuan untuk menyampaikan laporan resmi terkait dugaan tindak perundungan yang menimpa siswa berinisial EH atau EJH (9 tahun) sebagai pelaku, yang duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar.

BACA JUGA:

Selain itu, kedatangan ini juga untuk mengklarifikasi informasi yang dinilai menyesatkan.

Bantah Beri Wewenang Pemulangan Siswa

Dalam pertemuan di lantai 4 kantor Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Novi menyampaikan keberatan atas informasi yang menyebutkan bahwa Sudin Pendidikan telah memberikan wewenang kepada pihak sekolah untuk mengeluarkan siswa EJH.

“Kami menerima pihak dari Penabur yang mengatakan Sudin Pendidikan memberikan wewenang kepada pihak sekolah untuk mengeluarkan rekan siswa EH, itu tidak benar,” ujar Novi kepada wartawan usai pertemuan.

Klarifikasi ini sejalan dengan keterangan yang didapat dari Kasatlak Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Sriyono, dalam pertemuan sebelumnya. Sriyono menegaskan bahwa Sudin Pendidikan tidak pernah memberikan jawaban atau rekomendasi untuk memulangkan siswa EH.

Menurut Novi, pihak sekolah Penabur baru mengirimkan surat dari TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) yang meminta rekomendasi untuk mengeluarkan siswa EH. Namun, Sudin Pendidikan belum memberikan keputusan.

“Sudin belum memberikan keputusan, karena ingin melakukan mediasi terlebih dahulu antara pihak sekolah dan orang tua,” ujar Novi, mengutip hasil pertemuan dengan Kasatlak Sriyono.

Dugaan Rekayasa Laporan dan Penolakan CCTV

Dalam kesempatan itu, Novi juga menyampaikan adanya indikasi rekayasa laporan dalam kasus yang menimpa anaknya. Ia meyakini ada laporan palsu yang dibuat seolah-olah dilakukan oleh siswa EH.

“Ada beberapa laporan yang kami yakini palsu, dibuat seolah-olah oleh siswa EH, padahal tidak pernah dilakukan oleh anak saya. Kami sudah meminta agar rekaman CCTV ditampilkan, tapi pihak sekolah tidak berkehendak memutar rekaman tersebut,” ungkap Novi.

Indikasi ketidakberesan juga terlihat dari pemanggilan 14 orang tua murid oleh pihak sekolah yang namanya tercantum dalam petisi untuk pemulangan EH. Novi menduga pemanggilan itu bertujuan menekan, sebab ia telah mengkonfirmasi bahwa 14 wali murid tersebut sebelumnya tidak menyetujui adanya pemulangan siswa EH.

GPIB Turun Tangan, Sesalkan Sikap Wali Murid

Kasus ini juga mendapat perhatian dari pihak Gereja. Mery, perwakilan dari Gereja GPIB Immanuel turut mendampingi pelapor dan menyayangkan sikap salah satu orang tua siswa berinisial C (Doddy Silalahi).

Menurut Mery, tindakan yang dilakukan oleh orang tua siswa C dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama Kristen dan melanggar tata tertib gereja maupun aturan internal sekolah.

“Seharusnya beliau tidak membuat aturan sendiri dan menyebarkan opini palsu ke pihak sekolah. Itu tindakan yang tidak baik dan tidak mencerminkan nilai-nilai gereja,” tegas Mery.

Menanggapi polemik ini, pihak Sudin Pendidikan Jakarta Utara Wilayah II memastikan akan bertindak sebagai mediator untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil dan sesuai prosedur.

Sudin telah memberikan kesempatan agar kasus ini dilihat kembali, dan setelah ini, pihak sekolah akan dipanggil untuk dimediasi.

Kasus dugaan perundungan ini menambah daftar panjang PR dunia pendidikan agar lebih serius dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*