1.009 Sekolah Terdampak Banjir Sumatera, SD Paling Banyak Terdampak

Seorang siswa di depan sekolah yang banjir. (Ist.)
Seorang siswa di depan sekolah yang banjir. (Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, per 30 November 2025, sebanyak 1.009 satuan pendidikan di tiga provinsi Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—mengalami gangguan layanan pendidikan akibat bencana banjir.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendataan intensif sedang dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung bagi para murid di wilayah bencana.

Rincian Sekolah Terdampak di Tiga Provinsi

Secara keseluruhan, total 1.009 sekolah terdampak tersebar di tiga provinsi.

BACA JUGA:

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak terluas, mencatat 385 sekolah terdampak, yang terdiri dari 199 unit Sekolah Dasar (SD), 92 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 76 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta sisanya SMA, SMK, dan SLB.

Di Sumatera Barat, tercatat 314 sekolah terdampak, dengan rincian 71 SMP, 63 SD, dan 51 PAUD yang mengalami gangguan.

Sementara di Aceh, terdapat 310 satuan pendidikan terdampak, di mana jenjang SD mendominasi dengan 91 unit, diikuti oleh 65 SMA dan 55 SMP.

Merujuk data Kemendikdasmen per Minggu (30/11), satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Aceh berjumlah 310, Provinsi Sumut berjumlah 385, dan Provinsi Sumbar berjumlah 314 dengan total keseluruhan adalah 1.009.

Dengan rincian untuk Provinsi Aceh yaitu 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB.

Lalu untuk Provinsi Sumut yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB.

Sementara untuk Provinsi Sumbar yaitu 51 PAUD, 163 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.

Secara kumulatif, Sekolah Dasar (SD) adalah jenjang yang paling banyak terdampak bencana di wilayah Sumatera ini, mencapai 353 unit dari total 1.009 sekolah.

Bantuan Darurat dan Komitmen Pemerintah

Kemendikdasmen bersama BNPB dan pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan untuk memastikan pemulihan layanan pendidikan dan penyelamatan logistik.

Menteri Abdul Mu’ti menyatakan Kemendikdasmen menyiapkan total bantuan senilai sekitar Rp4 miliar dalam situasi darurat pemulihan.

Bantuan tersebut mencakup 126 unit tenda ruang kelas darurat, 10.200 paket perlengkapan belajar, dukungan psikososial, bantuan logistik pendidikan seperti buku teks dan nonteks, serta bantuan keuangan dan 20 paket Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Selain itu, program revitalisasi tahun 2026 akan diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa pendataan kebutuhan di lapangan terus dilakukan agar bantuan yang dikirim dapat tepat sasaran, termasuk pengiriman bantuan udara menggunakan pesawat Caravan dan helikopter untuk wilayah yang terisolasi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*