Viral! Kisah Anak Sekolah di Bandung Barat, Seberangi Waduk Naik Rakit

Viral Video Anak-anak Naik Rakit Bambu ke Sekolah di Bandung Barat
Sharing for Empowerment

Video anak SD-SMP di Bandung Barat menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit viral di media sosial. Warga berharap ada jembatan.

BANDUNG BARAT, KalderaNews.com- Video sejumlah anak sekolah yang harus menyeberangi Waduk Saguling di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggunakan rakit bambu untuk menuju sekolah menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial.

Rekaman yang diunggah akun Instagram @official_desabudiharja memperlihatkan sejumlah siswa SD hingga SMP menaiki rakit setelah pulang sekolah.

Unggahan tersebut menggambarkan perjuangan anak-anak Desa Budiharja yang setiap hari harus menyeberangi perairan untuk mengakses sekolah.

BACA JUGA:

Sudah Sejak Tahun 1990, Rakit Menjadi Satu-satunya Alat Siswa ke Sekolah

Ketua RT 05 Kampung Sadang, Agus Sumpena, mengatakan jarak antara Kampung Sadang dan Kampung Gombong, Desa Budiharja, sebenarnya hanya sekitar 250 meter.

Namun, warga hanya memiliki satu rakit berukuran besar yang dapat digunakan untuk mengangkut banyak orang.

Agus mengaku setiap hari membantu menyeberangkan anak-anak menggunakan rakit tersebut. Pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, ia mengantar para siswa menuju sekolah. Setelah itu, ia kembali ke lokasi untuk menjemput mereka ketika jam sekolah berakhir.

Menurut Agus, aktivitas penyeberangan menggunakan rakit bagi anak sekolah telah berlangsung sejak sekitar 1990. Pada awalnya, para siswa diantar oleh orang tua masing-masing. Seiring waktu, pihak sekolah menyediakan rakit umum yang dapat digunakan untuk menyeberangkan para siswa.

Dalam satu kali perjalanan, rakit berukuran besar itu mampu membawa sekitar 15 hingga 20 anak. Selain untuk kebutuhan anak sekolah, rakit tersebut juga dimanfaatkan warga sebagai akses menuju kebun dan untuk menjalankan aktivitas ekonomi, termasuk menjual berbagai kerajinan tangan.

Agus menjelaskan sebagian warga Kampung Sadang bekerja sebagai perajin bambu dan petani. Oleh sebab itu, keberadaan rakit menjadi salah satu akses tercepat bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia berharap pemerintah dapat membangun jembatan yang menghubungkan wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan akan mempermudah mobilitas warga dan membuat perjalanan anak-anak menuju sekolah menjadi lebih aman dan praktis.

Kepala Sekolah Berharap Bisa Dibangun Jembatan

Sementara itu, Kepala SD Negeri Budiharja, Kecamatan Cililin, Taufik, menyebut saat ini terdapat 16 siswa yang masih menggunakan rakit untuk menuju sekolah.

Mereka terdiri dari tiga siswa kelas 1, empat siswa kelas 2, tiga siswa kelas 3, tiga siswa kelas 5, dan tiga siswa kelas 6.

Taufik berharap adanya jembatan penyeberangan dapat memangkas waktu perjalanan sekaligus memudahkan siswa mengakses sekolah.

Menurutnya, akses yang lebih mudah diharapkan dapat mendukung semangat anak-anak untuk terus bersekolah.

Ia menjelaskan bahwa siswa yang memilih jalur darat harus menempuh perjalanan dari Kampung Sadang menuju sekolah sejauh hampir empat kilometer. Jika berjalan kaki, perjalanan tersebut dapat memakan waktu sekitar 30 menit.

Taufik menambahkan, penggunaan rakit untuk membantu anak-anak menyeberangi Saguling telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pihak sekolah bahkan telah menyediakan rakit sejak sekitar 1990 sebagai solusi agar siswa dapat lebih mudah mencapai sekolah.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


73 views