
Kasus Daycare Little Aresha terungkap, pengurus yayasan berlatar alumni kampus ternama ikut disorot di kasus kekerasan anak.
JOGJA, KalderaNews.com– Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta, kini menjadi sorotan publik. Perkara ini mencuat setelah seorang pengasuh melaporkan temuan kekerasan yang terjadi di dalam lingkungan daycare kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Kota Yogyakarta.
Kepala DP3AP2 Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengungkapkan bahwa laporan tersebut diterima pada Senin (20/4/2026). Pengasuh yang melapor mengaku telah menyaksikan langsung sejumlah tindakan tidak layak terhadap anak-anak, hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri sambil mengumpulkan bukti.
“Pelapor melihat kejadian-kejadian kekerasan di sana, kemudian pelapor memantapkan diri untuk resign sambil berusaha mengumpulkan bukti dan akhirnya lapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta,” kata Retnaningtyas.
Menindaklanjuti laporan itu, KPAID Kota Yogyakarta berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta.
BACA JUGA:
- Sosok Bu Atun, Guru SMA Purwakarta yang Tetap Tegar Meski Dihina Murid
- Imbas Video Hina Guru Viral, Siswa Purwakarta Akhirnya Minta Maaf
- Tegur Siswanya, Guru di Situbondo Malah Dipukul, Ini Kronologinya
Sejumlah instansi pemerintah kemudian menggelar rapat koordinasi pada Kamis (23/4/2026) guna merumuskan langkah penanganan, termasuk rencana penggerebekan.
Dari hasil rapat terungkap bahwa operasional daycare dan taman kanak-kanak tersebut belum memiliki izin resmi. Sehari setelahnya, Jumat (24/4/2026), aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi.
Pengurus yayasan memiliki latar belakang pendidikan dari kampus ternama
Sorotan publik tidak hanya berhenti pada kasus kekerasan, tetapi juga mengarah pada struktur yayasan yang menaungi lembaga tersebut. Nama-nama pengurus yang muncul menunjukkan bahwa yayasan ini diisi oleh individu dengan latar belakang pendidikan tinggi dari kampus ternama.
Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait identitas pemilik utama daycare, informasi yang beredar menyebutkan bahwa Little Aresha berada di bawah naungan yayasan dengan struktur organisasi yang lengkap, mulai dari dewan pembina, penasihat, hingga pengurus inti dan tim operasional.
Dalam jajaran pengambil kebijakan, terdapat Rafid Ihsan Lubis, S.H. sebagai Ketua Dewan Pembina yang diketahui merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).
Posisi penasihat diisi oleh Dr. Cahyaningrum Dewojati, M.Hum, seorang akademisi yang juga dosen di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Sementara itu, Ketua Yayasan dijabat oleh Diyah Kusumastuti, S.E., yang juga memiliki latar belakang pendidikan tinggi.
Struktur ini turut dilengkapi oleh jajaran manajemen sekolah, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, pengasuh, hingga tim pendukung operasional harian.
Kehadiran figur-figur dengan latar belakang akademik kuat ini justru menambah kontras dengan kasus kekerasan yang mencuat.
Kasus ini sendiri pertama kali ramai dibicarakan publik setelah seorang pengguna Threads mengunggah kondisi daycare yang telah disegel aparat. Seiring itu, sejumlah orang tua mulai angkat suara dan mengaku anak mereka pernah mengalami perlakuan tidak semestinya.
Salah satu unggahan dari akun Threads @tittaa555 menyebutkan adanya bekas luka pada tubuh anaknya. Tidak hanya itu, dugaan tindakan kekerasan lain seperti pengikatan kaki hingga perlakuan tidak pantas juga disebut terjadi. Dari penelusuran yang berkembang, praktik kekerasan ini diduga telah berlangsung sejak 2023, sebelum akhirnya terungkap setelah keberanian seorang pengasuh untuk melapor.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply