Menristek/Kepala BRIN Minta Alumni Belanda Aplikasikan Ilmunya




Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang BrodjonegoroHolland Alumni Reception Jakarta 2019 bertajuk "Empowering Human Capital" di Erasmus Huis Jakarta, Jumat, 1 November 2019
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang BrodjonegoroHolland Alumni Reception Jakarta 2019 bertajuk "Empowering Human Capital" di Erasmus Huis Jakarta, Jumat, 1 November 2019 (KalderaNews/Fajar H)

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro meminta para alumni Belanda benar-benar mengaplikasikan ilmu yang selama ini didapatkan di Belanda untuk kemajuan Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan di acara Holland Alumni Reception 2019 bertajuk “Empowering Human Capital” di Erasmus Huis Jakarta, Jumat malam, 1 November 2019.

Empowering Human Capital itu sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa seperti terlihat dalam beberapa tahun terakhir ini perbedaan mencolok antara Belanda dan Indonesia. Belanda telah menyandang sebagai negara maju, sementara Indonesia hingga kini masih menyandang status sebagai negara berpendapatan menengah.

BACA JUGA:

“Kita harus masih bekerja keras untuk bisa sejajar dengan Belanda. Bagaimana itu bisa diwujudkan? Tentu saja jawabannya tidak datang dari sumber daya alam kita,” tandasnya.

Belanda menjadi negara maju karena memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Belanda tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti Indonesia, tetapi Belanda mampu meningkatkan ekonomi negara dengan modal manusianya.

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl di berfoto bersama tamu undangan dan alumni Belanda di Holland Alumni Reception Jakarta 2019 bertajuk "Empowering Human Capital" di Erasmus Huis Jakarta, Jumat, 1 November 2019
Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl di berfoto bersama tamu undangan dan alumni Belanda di Holland Alumni Reception Jakarta 2019 bertajuk “Empowering Human Capital” di Erasmus Huis Jakarta, Jumat, 1 November 2019 (KalderaNews/Fajar H)

“Saat ini adalah waktu bagi kalian yang sudah menikmati pendidikan di Belanda untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini telah dipelajari di Belanda, meski tantangan di Indonesia saat ini tentu lebih menantang dibanding di Belanda,” pintanya.

“Kita berharap masing-masing dari kalian siap dengan tantangan yang semakin tidak mudah, seperti tantangan resesi ekonomi global, revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital,” tandasnya. (FH)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*