
JAKARTA, KalderaNews.com – “Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kalimat ‘aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.” Demikian ungkapan Raden Ajeng Kartini yang terkenal.
BACA JUGA:
- Pimpinan dan Pegawai Kemenristek/BRIN dan LPNK Berbagi 1.000 Sembako
- Riset Terbaru di China Temukan Udara AC Mempercepat Penularan Covid 19, Ruangan Sekolah Perlu Jendela Terbuka
- Cuci Tangan Lebih Mudah dengan Alat Otomatis Besutan Mahasiswa Telkom University
- Guru dari Semarang Ini Masuk Nominasi Finalis Global Teacher Prize 2020 Berhadiah Rp15 Miliar
- Bangga Jadi Warga Kota Bekasi, Cek Update Pasien Corona Terpusat di Sini
- Atma Jaya Yogyakarta Beri Bantuan Pangan Kepada Mahasiswa
- Tak Perlu Takut, Tok! Dana BOS Resmi Bisa untuk Beli Pulsa Internet
- Mantan Guru Sekolah Pelita Harapan Meninggal karena Covid 19 Diberi Penghormatan oleh Surat Kabar AS
- Stafsus Alumni ITB dan Harvard Ini Bikin Malu, Ini Profil Lengkap Pendidikan Andi Taufan Garuda Putra
Ya, siapa yang tidak tahu R.A. Kartini? Dia adalah salah satu dalam deretan pahlawan perempuan Indonesia yang banyak memberikan inspirasi. Setiap 21 April, kita bangsa Indonesia mengenang jasa-jasa R.A. Kartini. Ia dikenal sebagai tokoh utama emansipasi perempuan Indonesia. Ia menjadi pelopor perjuangan kesetaraan peran perempuan dan pria pada jamannya.
Ketika menjadi istri Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, Kartini mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan yang berada di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang. Bangunan bekas sekolah tersebut, kini menjadi Gedung Pramuka.
Ia juga rajin berkorespondesi dengan teman-temannya di Negeri Kincir Angin, Belanda. Setelah Kartini wafat, karya-karya tulisan dikumpulkan lantas dibukukan bertajuk Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang.
Buku itu amat fenomenal lantaran berisi pemikiran-pemikiran Kartini tentang banyak hal, terutama mengenai cita-cita bagi perempuan Indonesia. Maka, Kartini pun dikenal sebagai tokoh emansipasi Indonesia.
Dan pada 2 Mei 1964, Presiden RI Soekarno mengeluarkan ketetapan Presiden RI bernomor No.108 tahun 1964 untuk mengangkat R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Di surat yang sama, Soekarno juga menetapkan hari kelahiran Kartini, 21 April sebagai hari besar nasional yang wajib diperingati.
Semenjak itu, 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Selain upacara bendera di sekolah dan berbagai instansi, Hari Kartini biasanya dimeriahkan dengan parade pakaian adat dari beragam daerah di Indonesia. (yp)
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.


Leave a Reply